Soal Kekejaman PKI: Tak Melulu Hanya Ada di Lubang Buaya

Azhar
Jumat, 30 September 2022 | 10:56 WIB
Aksi pemberantasan PKI. Sumber: Internet R24/azhar Aksi pemberantasan PKI. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Tahukah jika kekejaman PKI tidak hanya terjadi di Lubang Buaya atau peristiwa G30S alias penculikan sejumlah jenderal TNI AD pada malam 30 September 1965 dan dini hari 1 Oktober keesokan harinya.

Dikutip dari peneliti utama pada Balai Litbang Agama Jakarta, Marzani Anwar dalam tulisannya untuk Republika pada 2005 dan republika.co.id, pada 1960-an di sejumlah daerah Jawa Tengah terutama di Solo, Kartosuro, Boyolali, dan Klaten menjadi saksi kekejaman PKI.

Salah satunya kasus penculikan dan penghilangan paksa di Klaten yang menelan korban hingga 16 orang.

Baca juga: Terbongkar! Misteri Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres, Korban Jarang Berkomunikasi

PKI juga menyekap sejumlah warga di Solo. Yang tidak bisa lolos menjadi sasaran kekerasan massa PKI akan dibunuh. Pembunuhan juga menimpa Basuni di Jatinom dan Miftah penduduk Laweyan Sala.

Sementara pada 13 Januari 1965 di Kanigoro, Kediri, Jawa Timur, PKI menggerebek acara mental-training oleh Pelajar Islam Indonesia (PII).

Di tengah acara, anggota PKI melakukan penggerebekan di pagi hari setelah peserta melaksanakan shalat Subuh. Saat itu, orang-orang PKI serta-merta datang dan serempak menyerbu lokasi mental-training.

Mereka mengambil buku-buku, termasuk Alquran di masjid, lalu dinjak-injak. Para peserta, termasuk panitia, 150-an orang, digiring dengan tangan diikat satu sama lain, dipaksa berjalan empat km sambil diintimidasi, diancam, serta diteror.

Ada juga peristiwa Cemethuk di Banyuwangi pada 18 September 1965.

Saksi mata yang berhasil meloloskan diri dari usaha pembunuhan oleh PKI, menuturkan, saat itu mereka diberi makanan yang sudah dicampur racun, kemudian satu per satu dibunuh, dan mayatnya dimasukkan ke sumur yang sudah disiapkan.

Satu lubang besar berisi 40 mayat dan dua lainnya masing-masing 11 mayat. Para korban merupakan anggota GP Ansor.

Kemudian pembantaian di Blitar Selatan diungkapkan dalam buku Siapa Menabur Angin akan Menuai Badai tulisan Soegiarso Soerojo, di halaman 331-332.

Baca juga: Gempa Cianjur: 56 Guru Meninggal Dunia dan Ratusan Lainnya Luka-luka

Di antaranya mengungkapkan kasus kekejaman PKI, seperti di Rejotangan, Ngunut, Kaliwadi, dan Bojolangu.

Saat itu mereka melakukan praktik intimidasi terhadap rakyat dan merampok harta kekayaan penduduk, membunuh orang tak berdosa, dengan sasaran utama golongan beragama.

Selain peristiwa diatas, masih ada ribuan kasus biadab lainnya yang sengaja dibuat oleh PKI.


PKI Klaten
Informasi Anda Genggam


Loading...