Menu

Indonesia Mengumumkan Penyelidikan Terhadap Insiden Tragedi Kanjuruhan, Malang

Devi 4 Oct 2022, 11:20
Indonesia Mengumumkan Penyelidikan Terhadap Insiden Tragedi Kanjuruhan, Malang
Indonesia Mengumumkan Penyelidikan Terhadap Insiden Tragedi Kanjuruhan, Malang

Reihan Zailani, yang berada di pertandingan itu, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dia melihat "anak-anak mati di depan matanya" ketika orang-orang berjuang untuk melepaskan diri dari gas air mata.

“Orang-orang berhamburan dan berlarian berusaha keluar,” katanya. "Tapi pintu keluarnya terkunci dan kami menumpuk di sana." Zailani akhirnya berhasil keluar tetapi mengatakan polisi terus menembakkan gas air mata bahkan setelah mereka melarikan diri dari stadion.

Laga tersebut berlangsung alot dengan sedikitnya 42.000 orang di stadion, meski suporter Persebaya Surabaya dilarang bertanding karena persaingan ketat antara kedua tim di timur pulau Jawa yang berpenduduk padat itu.

Saksi mata mengatakan masalah dimulai setelah Arema kalah dan para penggemar mulai turun ke lapangan.

"Semua panik dan terjadi kekacauan," kata Nanda Rizki, yang pergi ke pertandingan dengan saudaranya dan mengatakan ada banyak anak-anak di kerumunan.

“Orang-orang berlarian menuju pintu keluar, tetapi pintu keluar terkunci, dan mereka mematikan lampu di stadion. Jadi tribun dalam kondisi gelap, orang-orang saling mendorong untuk keluar. Melangkah satu sama lain. Saya melihat banyak korban di gerbang utama. Begitu banyak korban tergeletak di sana.”

Halaman: 123Lihat Semua