Ditahan di Polda Riau, Pelaku yang Rakit dan Ledakkan Bom Ngaku Kesal Dibully

Chairul Hadi
Rabu, 05 Oktober 2022 | 13:26 WIB
Kabid Humas Polda Riau bersama Direktur Reskrimum menggelar jumpa pers terkait kasus bom pipa R24/hadi Kabid Humas Polda Riau bersama Direktur Reskrimum menggelar jumpa pers terkait kasus bom pipa

RIAU24.COM - Tersangka berinisial MN, warga yang tinggal di daerah Seberida Kabupaten Inhu kini ditahan di Mapolda Riau. Ia diketahui merakit hingga meledakkan bom rakitannya yang dibuat sendiri, belajar otodidak dari internet.

Polisi pada Rabu 6 Oktober 2022 menggelar jumpa pers, sehari setelah MN diciduk di kontrakannya daerah Seberida. Pengakuan tersangka, ia merasa kesal karena sering diejek dan dibully orang-orang. Lalu muncul niatnya merakit dan meledakkan bom.

"Dia mengaku sering dibully, dikatakan lusuh dan (maaf, red) dibilang gila. Kesal dengan itu kemudian mencari tutorial cara merakit bom, maksudnya supaya tidak dibully lagi," ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto dalam jumpa persnya bersama Direktur Reskrimum Kombes Asep Darmawan, Rabu siang.

Polisi meminta keterangan warga setempat. Diketahui bahwa MN berperilaku berbeda dari biasanya. "Tidak bergaul dengan warga setempat. Ada laporan juga bahwa dia melempar anak-anak, bahkan dikatakan pernah menembak anak di kampung itu dengan senapan angin miliknya," lanjut Direktur Reskrimum Kombes Asep.

Senapan angin itu turut disita kepolisian. Selain itu diamankan pula berbagai komponen dan bahan yang digunakan meracik bom. Bahkan tersangka juga memiliki kacamata night vision. "Kita tidak tahu, dia gunakan untuk apa. Semuanya dibeli melalui online," terang Kombes Asep Darmawan.

MN diketahui belajar melalui internet bagaimana cara merakit bom. Di kontrakannya pertama, bom itu sempat ia ledakkan hingga memicu suara yang lumayan kuat. "Warga sekitar terganggu, kemudian berkumpul dan sepakat meminta yang bersangkutan pindah. Akhirnya dia pindah," bebernya.

Tak jera, MN rupanya mengembangkan bom rakitannya dengan ditambah alat pemicu otomatis, sehingga bom pipa miliknya bisa meledak secara otomatis dengan waktu yang ditentukan. "Dia ujicoba dan meledak, itu bom berisi pecahan keramik di dalam paralon," sebut Asep.


Informasi Anda Genggam


Loading...