Menu

Merinding! Biden: Kesaksian Serangan Capitol Hill Mengerikan

Zuratul 16 Oct 2022, 13:32
Potret Sidang atas Kesaksian Serangan Capitol Hill. (Dok. Reuters)
Potret Sidang atas Kesaksian Serangan Capitol Hill. (Dok. Reuters)

RIAU24.COM - Presiden Amerika (AS) Joe Biden menggamabrkan sebuah kesaksian di sidang komite atas erangan Capitol Hill ata peristiwa 6 Januari yang mengerikan. 

Kesaksian itu termasuk panggilan telepon antara pemimpin Kongres dengan pejanat Pentagon dan Gedung Putih

Pernyataan ini Biden sampaikan saat singgah di sebuah toko es krim di Oregon. Saat itu, ia berkampanye untuk Tina Kotek yang maju dalam pemilihan gubernur Oregon.

"Saya kira kesaksian dan video sebenarnya mengerikan dan saya berusaha keras untuk tidak berkomentar," katanya, Sabtu (15/10/2022).

Biden mengatakan ia tidak akan berkomentar lebih jauh pada upaya komite 6 Januari sebab ia tidak ingin dikira mempengaruhi jaksa agung.

Sejumlah video itu berasal dari keluarga ketua House of Representative Nancy Pelosi yang berada di Capitol Hill saat serangan terjadi. Satu satu video menunjukkan Pelosi menghubungi wakil presiden saat itu Mike Pence.

"Saat saya berbicara dengannya, saya katakan 'saya begitu takut untuk anda masih berada di Capitol,'" kata Pelosi dalam pidatonya di kegiatan pertanian di San Francisco.

Pelosi mengatakan Pence meresponnya dengan mengerahkan lebih banyak Dinas Rahasia, saat ia dan stafnya meninggalkan Capitol. "Tuhan tahu apa yang mungkin terjadi bila rombongannya ke sana," kata Pelosi.  

Komite penyelidikan serangan 6 Januari 2021 yang dilakukan pendukung Donald Trump mengambil suara bulat untuk memanggil mantan presiden itu. Langkah yang dapat mengarah pada dakwaan pidana bila ia tidak mematuhinya.

Sidang terbaru merupakan sidang kesembilan tahun ini, satu sidang digelar pada Juli 2021. Tidak ada saksi hidup dalam sidang Kamis (13/10/2022) lalu.

Tapi panel menyiarkan video kesaksian untuk membangun kasus atas upaya Trump membatalkan kekalahannya dalam pemilihan presiden November 2020. Tindakan Trump itu dianggap ilegal yang jauh melampaui batas politik normal.

Pemungutan suara komite 6 Januari pada pekan ini mungkin tindakan publik terakhir sebelum pemilihan Kongresional 8 November mendatang. Pemilihan yang akan menentukan apakah Partai Demokrat masih menguasai House dan Senat.

(***)