Menu

Larangan Obat Sirup, Berikut Cara Atasi Anak Demam, Batuk dan Pilek Tanpa Konsumsi Obat Kimia, Cek Penjelasannya 

Zuratul 20 Oct 2022, 09:23
Ilustrasi Demam Pada Anak. (Foto: Alodokte)
Ilustrasi Demam Pada Anak. (Foto: Alodokte)

RIAU24.COM - Dokter Spesialis ANak Kurniawan Satria Dentra memberikan beberapa tips mengobati anak-anak yang mengalami demam, batuk, atau pilek tanpa mengonsumsi obat-obatan. Kuncinya adalag cairan dan kompres. 

"Bisa dengan meningkatkan asupan cairan dan kompres hangat," ujarnya mengutip Republika, Rabu (19/10/2022). 

Terkait bagaimana kejelasan jenis cairan, ia menyebutkan kalau anak di bawah setahun dengan menggunakan bantuan obat alami dari air susu ibu (ASI). 

Sedangkan jika buah hati Anda berumur di atas setahun bisa menggunakan berbagai macam cairan. Misalnya air putih, air masakan rumah tangga, elektrolit, dan lain-lain.

Mengenai seberapa banyak asupan cairan, Denta mengatakan itu untuk semua bayi atau anak. Namun, Denta meminta orang tua memonitor air kencing anaknya.

"Dalam enam jam harusnya sudah ada satu hingga dua kali kencing di luar jam tidur," kata Denta.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan seluruh apotek di Indonesia untuk menyetop sementara penjualan semua obat bebas dalam bentuk sirup kepada masyarakat. 

Obat yang dilarang untuk dijual termasuk semua jenis obat dalam bentuk sirup atau cair, termasuk obat cair untuk dewasa, dan tidak terbatas pada obat paracetamol sirup saja.

Instruksi tersebut dikeluarkan sebagai upaya kewaspadaan atas kasus gangguan gagal ginjal akut progresif atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) yang banyak menyerang anak-anak di Indonesia.

"Seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan/atau bebas terbatas dalam bentuk sirup kepada masyarakat sampai dilakukan pengumuman resmi dari Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," bunyi poin 8 dari Surat Edaran (SE) Kemenkes Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak.

Tips menurunkan panas pada Anak 

Seperti mengutip Alodokte.com, sambil mengikuti pengobatan dari dokter anak, Bunda dan Ayah juga dapat mempraktekkan cara menurunkan panas pada anak secara alami untuk membantu meredakan suhu tubuh Si Kecil. Beberapa cara menurunkan panas pada anak secara alami yang bisa dilakukan adalah:

1. Minum banyak air

Ketika Si Kecil demam, tubuhnya akan berusaha mendinginkan diri dengan cara berkeringat. Namun, hal ini dapat membuat cairan tubuh berkurang, bahkan hingga dehidrasi. Semakin tinggi suhu tubuh Si Kecil, semakin besar pula risiko terkena dehidrasi.

Untuk mencegah dehidrasi sekaligus menurunkan panas pada anak, orang tua dapat memberikan Si Kecil air minum yang banyak. Tidak hanya air putih, Si Kecil juga bisa diberi jus buah, susu formula, ASI, atau sup.

2. Kompres dingin

Meletakkan kain atau handuk kecil yang sudah dibasahi air dingin di dahi Si Kecil juga bisa menjadi cara menurunkan panas pada anak secara alami. Selain di leher, orang tua juga dapat menaruh kompres dingin di dada, selangkangan, pergelangan tangan, atau ketiak.

Namun Ayah dan Bunda perlu menginat, bahwa kompres dingin menggunakan es, cold pack, maupun ice gel langsung ke kulit anak akan menyebabkan anak menggigil atau dapat melukai kulit. Jadi usahakan kompres menggunakan air dingin maupun lilit es menggunakan handuk.

3. Mandi atau seka dengan air hangat

Mandi air atau seka menggunakan air hangat merupakan salah satu cara terbaik untuk menurunkan panas pada anak secara alami. Air hangat dapat membuat tubuh dan ototnya menjadi relaks sehingga Si Kecil bisa tidur lebih nyenyak. Sedangkan air dingin bisa membuat Si Kecil menggigil dan menyebabkan suhu tubuhnya naik.

4. Gunakan pakaian yang 

Hindari memakaikan berlapis-lapis pakaian pada Si Kecil. Lebih baik berikan satu lapis pakaian yang agak tipis untuk menurunkan panas pada anak secara alami. Jika Si Kecil kedinginan, berikan selimut tipis sampai dia merasa hangat lagi.

5. Cukup isirahat

Yang tak kalah penting dalam menurunkan panas pada anak secara alami adalah membiarkannya cukup isirahat dan tidur. Terlalu banyak bergerak dapat meningkatkan suhu tubuh Si Kecil.

Demam yang Harus Diwaspadai

Meski disebut sebagai reaksi alami tubuh dalam melawan infeksi, demam pada anak juga tetap harus diwaspadai. Segera bawa Si Kecil ke dokter anak atau rumah sakit terdekat jika dia berada dalam kondisi berikut:

Bayi usia kurang dari 3 bulan dengan suhu tubuh 38°C atau lebih
Bayi usia 3 bulan atau lebih dengan suhu tubuh 40°C selama lebih dari 24 jam
Bayi usia 3–6 bulan dengan suhu tubuh 38,3°C
Bayi usia 6 bulan lebih dengan suhu tubuh 39,5°C
Anak usia kurang dari 2 tahun dengan demam yang berlangsung lebih dari 24 jam
Anak usia 2 tahun atau lebih dengan demam yang berlangsung lebih dari 3 hari
Suhu tubuh anak mencapai 40°C berapa pun usianya
Demam disertai gejala lain, seperti batuk, hilang nafsu makan, suka menarik telinga, lebih rewel, sering tidur atau tampak lebih mengantuk, muntah, diare, kulit pucat atau memerah, muncul ruam, jarang bahkan tidak buang air kecil, atau sulit bernapas

(***)