Susiani Pelaku Pembunuhan ODGJ di Kabupaten Bengkalis Menangis Histeris

Dahari
Selasa, 01 November 2022 | 17:53 WIB
Tersangka Hendra dan istri Susiani R24/hari Tersangka Hendra dan istri Susiani

RIAU24.COM -BENGKALIS - Tersangka Susiani pelaku pembunuhan yang dilakukan bersama suaminya Hendra dengan membakar ODGJ atau korban Mr x disebuah mobil carry pickup miliknya sendiri menangis histeris.

Tersangka Susiani menangis histeris usai pihak polres Bengkalis menggelar press rilis, dan kemudian dirinya harus dirangkul oleh pihak polwan. Sedangkan sang suami Hendra terlihat santai dengan tangan terbolgol.

"Anak saya siapa yang akan menjaganya," tangis tersangka Susiani menyesali perbuatannya, Selasa 1 November 2022.

Baca juga: Rubasan Kelas II MoU Bersama PN Bengkalis

Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkalis berhasil mengungkap pelaku kasus pembunuhan dimobil pickup dengan cara dibakar yang terjadi Desa Tasik Serai Timur, Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Kamis 27 Oktober 2022 lalu.

Dalam peristiwa itu korban merupakan Mr X yang alami gangguan kejiwaan yang dibunuh lalu dibakar. Dan sebagai otak pelakunya adalah pemilik mobil sendiri bernama Hendra dan istrinya Susiani.

Adapun motif Pasutri membunuh korban Mr x ini membujuk korban dengan memberikan makanan dan menawarkan pekerjaan, kemudian setelah dibujuk lalu koran dibawa kesuatu tempat lain (sunyi red,) dengan menggunakan mobil wuling confero s warna putih dengan Nopol BM 1323 EV.

"Setelah dibawa, lalu korban dihabisi ditepi jalan pada malam hari dalam keadaan gelap dipukul menggunakan kayu broti dibagian kepala dan dada  korban sebanyak 6 kali sehingga korban tak bernyawa lagi. Setelah tak bernyawa jasad korban dibawa lagi ketempat TKP lain untuk dibakar bersamaan dengan mobil cary warna hitam milik pelaku Nopol BM 8418 DM yang mana jasad korban ada dipindahkan dari mobil wuling canfero warna putih,"ungkap Kapolres Bengkalis AKBP Indra Wijatmiko didampingi Kasatreskrim AKP M Reza dan Panit I Iptu Gogor Ristanto saat press rilis, Selasa 1 November 2022.

Baca juga: Kunker Komisi VIII DPR RI, Bupati Sampaikan Beberapa Kawasan Strategis

Kemudian, Panit I Iptu Gogor Ristanto kembali menerangkan pelaku (Pasutri red,) ini membunuh merupakan untuk menghindari pembayaran hutang piutang agar bisa lunas dan menghindari pembayaran asuransi frudential.

"Modusnya adalah untuk menghindari hutang piutang dan ansuransi. Supaya hutang pelaku lunas,"ujarnya.

Adapun pasal yang dipersangkakan dan ancaman hukuman terhadap tersangka Pasal 340 Jo 338 Jo 55 Ayat (1) KUHPidana yang berbunyi, Pasal 340, barang siapa dengan sengaja dengan berencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain dipidana mati atau penjara seumur hidup.

Pasal 338 berbunyi, barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain diancam karena pembunuhan dengan pidana paling lama 15 tahun. Dan pasal 55 ayat (1) dipidanakan sebagai pelaku mereka yang melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan.

 

 

 


Informasi Anda Genggam


Loading...