Inilah Sejarah Sumpit yang Tak Pernah Terungkap, Ada Mitos dan Evolusinya

Amastya
Minggu, 06 November 2022 | 00:35 WIB
Berikut penjelasan sejarah sumpit beserta mitos dan evolusinya /pinterest R24/tya Berikut penjelasan sejarah sumpit beserta mitos dan evolusinya /pinterest

RIAU24.COM Sumpit adalah alat dasar dalam hal makan makanan Asia. Bagi sebagian orang, sumpit mudah dikuasai, tetapi bagi yang lain merupakan sebuah tantangan.

Baca juga: Patung Liberty dan 5 Fakta yang Disembunyikan

Fakta yang umum diketahui adalah bahwa sumpit berasal dari Asia.

Tetapi apakah Anda tahu di mana sumpit ditemukan pertama kali dan mengapa penggunaan sumpit kebanyakan negara Asia?

Alternatif sederhana untuk garpu dan pisau ini telah ada selama beberapa generasi, tetapi bagaimana mereka menjadi peralatan pokok di Asia?

Pada artikel ini, kita akan menjelajahi sejarah sumpit yang tak terduga, dirangkum dari berbagai sumber:

1. Awal mula sumpit ditemukan

Sumpit ditemukan lebih dari 5.000 tahun yang lalu diCinadan memiliki awal yang sederhana dengan digunakan sebagai peralatan memasak.

Bentuk sumpit paling awal diperkirakan telah digunakan di Cina dan terbuat dari kayu.

Diperkirakan sumpit asli adalah ranting ramping yang digunakan untuk mengambil makanan dari panci masak.

Tetapi ketika memasak kreatif berkembang dan goreng menjadi lebih populer, ini mengubah bahan sumpit.

Bukti ini ditemukan di reruntuhan Yin di provinsi Henan.

Dikenal terkenal sebagai lokasi menemukan contoh paling awal dari tulisan Cina dan juga rumah bagi sumpit logam pertama yang diketahui.

Ini adalah set sumpit perunggu yang ditemukan di makam di lokasi tersebut.

Manfaat menggunakan sumpit logam cor adalah kemampuan untuk menjangkau jauh ke dalam panci mendidih berisi air dan minyak.

2. Penggunaan sumpit

Sekitar tahun 400 Masehi, orang-orang mulai makan dengan sumpit.

Ada kekurangan makanan dan bahan bakar di Cina karena ledakan populasi, sehingga koki harus berkreasi dengan memasak.

Mengurangi ketersediaan kayu untuk api memaksa koki untuk mengubah cara mereka memasak. Jadi, koki mulai bereksperimen dengan memotong makanan menjadi potongan-potongan kecil.

Mereka tahu bahwa semakin kecil potongan makanan, semakin cepat mereka akan memasak.

Ini adalah cara cerdas untuk melestarikan kayu bakar dan sumber daya sambil tetap bisa makan.

Makanan bitesize berarti tidak perlu pisau, akhirnya membuatnya usang.

Di sinilah ide menggunakan sumpit sebagai peralatan makan lahir.

3. Evolusi sumpit

Budaya yang berbeda telah mengadopsi berbagai fitur pada sumpit mereka.

Diperkirakan di Cina bahwa sumpit menjadi populer sekitar zaman Konfusius dan ajarannya.

Pada saat itu, ajarannya tidak mengizinkan pisau di meja karena itu adalah pengingat pembantaian dan kekerasan.

Hal ini diduga mempengaruhi sumpit China untuk tumpul dalam desain.

Pada tahun 500 M, sumpit diperkenalkan di bagian lain Asia, seperti Jepang, Vietnam, dan Korea.

Setiap negara berputar pada desain sumpit sederhana.

Misalnya, di Jepang, sumpit hanya digunakan untuk upacara keagamaan.

Mereka dibuat dengan sepotong bambu yang terbelah menjadi dua dan masih bergabung di bagian atas, menyerupai pinset. Juga, sumpit pria satu inci lebih panjang dari wanita.

Negara lain mencoba bahan alternatif seperti giok, gading, kuningan, dan karang.

4. Mitos sumpit

Di era dinasti Cina, sumpit perak digunakan untuk mendeteksi racun.

Teorinya adalah jika makanan Anda diracuni, sumpit Anda akan menjadi hitam. Namun, ini tidak selalu merupakan metode yang dapat diandalkan.

Perak tidak akan berubah warna jika menyentuh sianida atau arsenik, tetapi dapat bereaksi ketika terkena hidrogen sulfida yang ditemukan dalam bawangputih, bawang merah, dan telur busuk.

Selama berabad-abad, sumpit telah dikaitkan dengan banyak mitos lainnya.

Contoh lain adalah bahwa beberapa budaya Asia percaya Anda akan ketinggalan pesawat atau perahu jika Anda menggunakan sumpit yang tidak rata.

Contoh lain dari budaya Korea adalah semakin dekat Anda memegang sumpit ke ujung, semakin lama Anda akan tetap tidak menikah.

5. Produksi sumpit di Jepang

Meskipun sumpit ditemukan secara global, mereka masih sesuai dengan akarnya. Seiring waktu setiap negara telah mengembangkan gaya dan metode produksi sumpitnya.

Sekitar 80% sumpit pernis yang diproduksi berasal dari Obama di Jepang.

Desain warna-warni mungkin termasuk yang paling ikonik ketika kita memikirkan penampilan sumpit.

Yang paling terkenal adalah sumpit mewah Wakasa Nuri-Bashi yang dicat dengan halus.

Cara produksi khusus ini telah ada sejak sebelum periode Edo Jepang.

Ini mungkin beberapa sumpit yang paling dikenal secara global.

6. Manfaat menggunakan sumpit

Percaya atau tidak, ada banyak manfaat kesehatan dari penggunaan sumpit.

Diperkirakan bahwa menggunakan sumpit meningkatkan daya ingat Anda.

Ini bisa dikaitkan dengan fakta bahwa ketika Anda menggunakan sumpit dengan benar, 50 otot dalam tubuh terlibat.

Konsentrasi dan ketepatan penggunaan sumpit secara positif mempengaruhi otak.

Mereka juga membutuhkan kesabaran dan keterampilan, yang dapat menjadi tantangan ketika Anda lapar!

Baca juga: Kisah Menara Eiffel yang Tak Banyak Diketahui Orang

Sumpit dimulai sebagai alat memasak sederhana di Asia untuk mengambil makanan dari panci besar berisi kaldu mendidih.

Tetapi mereka sekarang menjadi peralatan umum secara global yang terkait dengan masakan Asia.

Awal mereka yang sederhana dan sejarah yang tak terhitung menunjukkan pentingnya mereka dalam budaya Asia.

Sumpit adalah bagian integral dari masakan Asia dan akan terus mendominasi kancah peralatan makan di bagian dunia ini.

(***)


Informasi Anda Genggam


Loading...