Menu

BPS Sebut Perekonomian Indonesia Kuat Pada Triwulan III 2022

Intan Salfitri 8 Nov 2022, 13:36
 BPS Sebut Perekonomian Indonesia Kuat Pada Triwulan III 2022
BPS Sebut Perekonomian Indonesia Kuat Pada Triwulan III 2022

RIAU24.COM Perekonomian Indonesia tumbuh kuat pada triwulan III 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pertumbuhan ekonomi selama periode tersebut sebesar 5,72 persen.

Junanto Herdiawan, Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), mengatakan berlanjutnya kinerja ekonomi yang kuat didorong oleh berlanjutnya perbaikan permintaan domestik dan kinerja ekspor yang kuat.

Membaiknya perekonomian nasional juga tercermin dari kinerja yang baik di berbagai bidang usaha dan di semua daerah.

“Ke depan, pertumbuhan ekonomi direncanakan tetap kuat, didorong oleh perbaikan kebutuhan domestik sejalan dengan terus diselesaikannya peningkatan mobilitas dan Program Strategis Nasional (NSP),” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (11/11). 8). /). 2022)

Namun demikian, dampak perlambatan ekonomi global terhadap kinerja ekspor dan potensi penurunan konsumsi rumah tangga akibat kenaikan inflasi perlu diwaspadai.

Di sisi pengeluaran, hampir semuanya mencatat pertumbuhan positif. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,39 persen (yy), lebih lambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,51 persen (yy).

Pertumbuhan tinggi yang terus berlanjut ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas sosial, terbatasnya dampak penyesuaian harga BBM, serta meluasnya bantuan sosial dan subsidi energi.

Kinerja investasi meningkat 4,96 persen (yy), terutama pada investasi nonbangunan pada mesin dan peralatan.

Sementara itu, konsumsi pemerintah terus menurun sebesar 2,88 persen (y/y) akibat penurunan belanja barang akibat Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Erlanga Hartarto mengatakan ekonomi Indonesia tumbuh mengesankan 5,72 persen (VD0 atau 1,81 persen (qtq)) pada kuartal ketiga 2022 dan total pertumbuhan 5,40 persen.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,39 persen ditopang oleh kinerja pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 4,96 persen.

Sementara dari sisi industri, transportasi, pergudangan tumbuh tinggi sebesar 25,81 persen dan food and pubs tumbuh 17,83 persen.

Pertumbuhan yang kuat ini didukung oleh pemulihan aktivitas masyarakat yang secara efektif mengendalikan epidemi.

Erlanga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi antariksa semakin cepat. Hal ini dibuktikan dengan beberapa bidang kinerja yang positif. Hampir semua daerah memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional.

“Padahal secara umum Jawa masih 56,3 persen, kemudian wilayah timur kinerjanya bagus, Sulawesi tumbuh 8,2 persen, dan Maluku dan Papua pertumbuhannya besar,” ujarnya.

Oleh karena itu, neraca perdagangan masih positif. Namun menteri koordinator Erlanga Hartarto mengatakan tantangan ke depan termasuk penurunan harga komoditas dan permintaan global yang lesu.