Menu

Dihujani Kritikan Netizen, usai Puan dan Megawati Menyambangi Lokasi Itaewon Dibandingkan Tragedi Kanjuruhan

Zuratul 11 Nov 2022, 14:40
Potret Puan Maharani dan Megawati di Lokasi Tragedi Itaewon. (detik.news/Foto)
Potret Puan Maharani dan Megawati di Lokasi Tragedi Itaewon. (detik.news/Foto)

RIAU24.COM - Ketua DPR RI Puan Maharani panen kritik setelah kedapatan menyambangi lokasi tragedi Itaewon di Seoul, Korea Selatan bertepatan dengan momen peringatan 40 hari Tragedi Kanjuruhan, Malang, Kamis (10/11/2022).

Hujan protes terhadap Puan Maharani salah satunya terjadi di media sosial Twitter. Grup band The Panturas, @thepanturas jadi salah satu yang paling vokal menyuarakan kritik terhadap putri dari mantan presiden Megawati Soekarnoputri itu.

"40 hari tragedi Kanjuruhan, Ketua DPR yang seharusnya berbicara paling lantang mewakili rakyat malah ke Itaewon," tulis The Panturas di Twitter, Kamis (10/11/2022).

The Panturas turut mempertanyakan keputusan Puan yang bersama Megawati justru memilih menghormati korban tragedi Itaewon di Korea Selatan alih-alih Tragedi Kanjuruhan yang berada di negaranya sendiri.

"Bu Puan, besok 40 hari Kanjuruhan, kita tabur bunga aja ke Malang yuk. Kita seharian di Malang, ikut berdoa di stadion terus abis makan siang ketemu Kapolda buat follow up kasusnya udah sampe mana. Malemnya kita ngobrol ama supporter bu. Ini bisa sedikit perbaiki citra Ibu," tulis The Panturas.

"Kan staff nya kudunya ada yang bisikin begitu ya. Masa kudu gua jadi DPR. Huft."

Banyak warganet yang tersulut emosi dengan keputusan Puan Maharani ke Itaewon alih-alih Malang. Banyak yang menduga hal itu sebagai pencitraan politik di mana Korea Selatan lekat dengan K-Pop, budaya yang tengah digandrungi anak muda Indonesia.

Ada juga warganet yang mempertanyakan empati Puan Maharani. Mereka bertanya-tanya seperti apa korban Tragedi Kanjuruhan di mata Ketua DPR RI itu.

"Masalahnya ke Kanjuruhan tidak ada bobot politiknya. Kalo ke itaewon kan bisa dapet politik luar negeri dan politik kpopers-nya. Masalah nyawa rakyat jelata bisa dipikirin nanti-nanti saja," tulis akun @***tmr dalam kolom komentar cuitan The Panturas.

(***)