Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu dengan aktivis perempuan Iran di Paris

Devi
Sabtu, 12 November 2022 | 12:00 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu dengan aktivis perempuan Iran di Paris R24/dev Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu dengan aktivis perempuan Iran di Paris

RIAU24.COM - Sudah lebih dari sebulan sejak wanita Iran memprotes aturan berpakaian dan hak-hak wanita. Orang-orang dan pemimpin di seluruh dunia telah mendukung gerakan tersebut. 

Protes di Iran dimulai setelah kematian Mahsa Amini, yang ditahan oleh polisi moralitas, telah mengguncang negara tersebut hingga ke intinya. Gerakan ini telah berkembang menjadi salah satu protes terbesar dan panjang di dunia. 

Kelompok beberapa aktivis HAM terkemuka Iran bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Jumat (11/11). Maron menyebut protes yang dipimpin perempuan di negara itu sebagai 'revolusi," lapor AFP. 

Baca juga: Meta Siap Pulihkan Facebook dan Instagram Donald Trump

Presiden Prancis menerima para aktivis di Elysee. Macron pada pertemuan di Forum Perdamaian Paris mengatakan, "Kami menyambut dengan sangat hormat dan senang delegasi wanita Iran." Dia menambahkan, "Saya ingin di sini untuk benar-benar menekankan kembali rasa hormat dan kekaguman kami kepada mereka dalam konteks revolusi yang mereka pimpin."

Baca juga: Studi: Iklim Ekstrim di Hutan Hujan Amazon Secara Langsung Berdampak pada Dataran Tinggi Tibet

Presiden Prancis sebelumnya mengumumkan bahwa Prancis "mendukung" protes kaum muda dan perempuan Iran sambil mengecam penindasan pemerintah. 

Banyak orang juga berbondong-bondong ke jalan-jalan Paris untuk mendukung aksi unjuk rasa Iran, menuntut pemerintahan Macron memutuskan hubungannya dengan Teheran. Beberapa dengan keras menentang pilihan Macron untuk bertemu dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015. Banyak orang mengkritik penggunaan gas air mata oleh polisi Paris terhadap para demonstran yang berbaris ke kedutaan Iran untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap perempuan di Iran. 

Kementerian luar negeri Iran menanggapi pernyataan Macron sebagai cara untuk mendorong orang-orang yang melakukan kekerasan dan pelanggar hukum.

 

***


Informasi Anda Genggam


Loading...