Kisah Singkong di Forum Pangan Dunia, Prabowo Sebut Tanaman Penyelamat Dunia 

Zuratul
Selasa, 15 November 2022 | 08:16 WIB
Ilustrasi Singkong. (Halodoc.com/Foto) R24/zura Ilustrasi Singkong. (Halodoc.com/Foto)

RIAU24.COM - Baru-baru ini Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga mengenalkan singkong di forum pangan dunia. Tak dimungkiri, singkong jadi salah satu bahan pangan yang mudah ditemukan di Indonesia. 

Prabowo memamerkan produk olahan singkong saat berpidato di G20 yang digelar di Bali. Prabowo bahkan menyebut singkong bisa menjawab tantangan pangan dunia.

Baca juga: Jamur Cordyceps Muncul di Serial The Last of Us, Apakah Memang Bisa Ubah Manusia Jadi Zombie?

 

"Kita sudah mampu produksi pasta, mi instan, ini singkong," ujar Prabowo di Global Food Security Forum di Nusa Dua Bali, Minggu (13/11) saat mengenalkan singkong di forum pangan dunia.

"Singkong bisa menjadi tanaman penyelamat dunia. Indonesia dapat jadi yang terdepan memproduksi, dan menyelesaikan ancaman terhadap ketahanan pangan."

Manfaat singkong

Singkong mudah tumbuh di tanah Indonesia. Bahkan hanya dengan menancapkan batangnya saja (stek batang), beberapa minggu kemudian singkong bisa tumbuh sempurna.

Orang biasanya memanfaatkan bagian umbi singkong yang terkubur di tanah. Tapi sebagian orang juga senang mengolah daun singkong, misalnya untuk lalapan atau diolah jadi lauk pelengkap nasi.

Singkong termasuk jenis umbi tanah. Tanaman ini bisa menjadi sumber utama kalori dan karbohidrat.

Umbi singkong bisa diolah jadi berbagai macam makanan. Bisa dimakan utuh dengan cara direbus, diparut, dijadikan tepung, hingga dibuat keripik singkong.

Di Indonesia, singkong bisa jadi makanan pengganti nasi. Maklum saja, sebagaimana dilansir Healthline, per 100 gram singkong yang sudah dimasak mengandung kalori hingga 191 kkal.

Sekitar 84 persen diantaranya berasal dari karbohidrat, sedangkan sisanya berasal dari protein dan lemak. Satu porsi singkong juga menyediakan beberapa serat, vitamin dan mineral.

Akar singkong juga tinggi vitamin C. Vitamin C sangat penting sebagai antioksidan, mendukung produksi kolagen, dan meningkatkan kekebalan,

Singkong juga kaya akan tembaga, mineral yang diperlukan untuk sintesis neurotransmitter, produksi energi, metabolisme zat besi, dan banyak manfaat lainnya lagi.

Baca juga: 28 Januari: Fakta dan Peristiwa Tanggal Ini, Hari Privasi Data Global dan Hari Pengurangan Emisi CO2 Internasional

 

Hati-hati singkong juga beracun

Meski kaya akan nutrisi penting, singkong ternyata bisa sangat beracun. Singkong mentah sebagaimana menukil laman Medical News Today mengandung sianida alami yang beracun saat dicerna.

Selain mengandung sianida, singkong juga dapat menyerap polutan dari area tumbuhnya yang dekat dengan jalan raya dan pabrik. Polutan yang dapat diambil dan diteruskan oleh tanaman singkong ke manusia meliputi:

  • Elemen jejak logam
  • Pestisida
  • Herbisida

Oleh karena itu, Anda dilarang makan singkong mentah. Ada sejumlah efek samping yang bisa dialami jika Anda makan singkong mentah. Efek samping itu meliputi:

  • Kaki lumpuh pada anak-anak
  • Kadar yodium rendah
  • Meningkatkan resiko gondok
  • Neuropati ataxic tropis, yakni suatu kondisi yang lebih umum pada orang dewasa yang lebih tua dan menyebabkan hilangnya rasa ditangan, penglihatan kelemahan, masalah berjalan, dan sensasi ada sesuatu di kaki 

Keracunan hingga meninggal dunia

Perkenalkan singkong di forum dunia memang memiliki banyak manfaat bagi perekonomian Indonesia. 

  • (***)

Informasi Anda Genggam


Loading...