Menu

Intip Penjelasan Tradisi Suku Toraja Dalam Mengawetkan Jenazah

Intan Salfitri 17 Nov 2022, 10:07
 Intip Penjelasan Tradisi Suku Toraja Dalam Mengawetkan Jenazah
Intip Penjelasan Tradisi Suku Toraja Dalam Mengawetkan Jenazah

RIAU24.COM - Masyarakat Toraja di Sulawesi Selatan memiliki tradisi mengawetkan jenazah di dalam gua. Ritual ini masih dilestarikan dari generasi ke generasi.

Pemakaman tersebut sebagian besar adalah Goa Londa dan Lemo, yang kini menarik wisatawan.

Tak heran jika penduduk Toraja memiliki tradisi menyimpan mayat di dalam gua.

Tradisi ini sudah ada sejak zaman dahulu, dimulai dari nenek moyang yang tumbuh dari ajaran Aluk Todolo.

Meskipun banyak penduduk asli telah masuk Kristen dan Islam, ajaran ini masih ada.

Aluk Todolo atau Alkuta adalah kepercayaan nenek moyang yang sudah ada sebelum masuknya Islam dan Kristen.

Keyakinan ini menjadi dasar dari berbagai ritual dan tradisi tradisional masyarakat Toraja.

Salah satu kuburan batu yang terkenal adalah "Londa" yang terletak di Lembang Tadonkon, kabupaten Kesu dan merupakan kuburan batu atau kamar mayat khusus untuk leluhur Toraja dan keturunannya. Saat ini, tempat itu sering disebut sebagai Goa Londa.

Meski peti mati di Goa Londa tidak dikubur melainkan diletakkan begitu saja, jangan khawatir karena tidak ada suasana horor.

Plus, Anda tidak mencium bau mayat, meskipun ada tengkorak dan peti mati yang tersebar yang berusia ratusan tahun.

Kebiasaan membawa mayat di kalangan masyarakat Tana Toraja belakangan ini bukan karena kepercayaan Alukta mereka.

Tetapi lebih pada kewajiban untuk melaksanakan upacara pemakaman dalam pemenuhan panggilan kawin (memperlakukan orang mati dengan hormat).

Alasan lain di balik keputusan untuk menempatkan mayat di gua atau lubang di atas bukit adalah untuk menunggu kedatangan kerabat almarhum yang telah jauh merantau.

Selain itu, untuk memberi keluarganya kesempatan terakhir untuk membelai mayat