Menu

Cerita Saling Sikut Antara Fahri Hamzah dan Koalisi Perubahan

Azhar 19 Nov 2022, 21:38
Politisi Gelora Fahri Hamzah. Sumber: Pikiran Rakyat
Politisi Gelora Fahri Hamzah. Sumber: Pikiran Rakyat

RIAU24.COM - Politikus Partai Gelora, Fahri Hamzah saling adu argumen dengan pihak Koalisi Perubahan yang dimotori Nasdem, Demokrat, PKS.

Cerita diawali dari komentar politikus Partai Demokrat Andi Arief yang menuntut konsistensi NasDem untuk tidak memaksakan cawapres untuk Anies Baswedan.

Usai pernyataan itu Fahri Hamzah lalu menebar pendapatnya.

"Pada nggak jelas sih. Kita akan mengalami hiruk pikuk ribut antarcalon karena jadwal pemilu baru mulai bulan September sementara calonnya sudah gentayangan di mana-mana," Tulis Fahri Hamzah melalui Twitter, Jumat, 18 November 2022.

Fahri juga menyebutkan jika Koalisi Perubahan tidak punya ide.

Argumen berikutnya yang dilesatkan Fahri yakni menyebutkan Koalisi Perubahan terlihat seperti menunggu bandar politik menyantuni dana.

"Kalau ada idenya paparkan, kalau tidak (maka) ini dituduh hanya nunggu bandar," ujarnya.

Soal bandar ini, Fahri sudah melontarkan serangannya saat Koalisi Perubahan batal deklarasi di tanggal 10 November.

"Gara-gara bandar belum sepakat. Sudahlah, kita kan sudah tahu semua kan, bandar belum sepakat, duit belum terkumpul, 20% belum terkumpul, ya gagal," sebutnya.

Tak berapa lama, NasDem balik menyerang Fahri soal bandar politik yang disebut-sebut Fahri.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali menilai Fahri menyebut-nyebut bandar karena punya banyak pengalaman soal praktik itu.

"Itu mungkin tradisi Fahri Hamzah kali ya. Tapi kalau di NasDem sih nggak seperti itu, PKS nggak seperti itu, Demokrat nggak seperti itu. Mungkin di partai dia kali seperti itu," ujarnya.

Setelah Nasdem menyusul Demokrat. Partai berlambang Mercy ini melancarkan serangan balik ke Fahri melalui Kamhar Lakumani.

"Ikhtiar membangun poros 'Koalisi Perubahan' terus berkemajuan, saat ini tahapannya pada proses pematangan dan penyesuaiannya dengan mekanisme internal partai masing-masing. Ini perlu Bang Fahri Hamzah ketahui untuk menepis dugaannya bahwa ini tak jelas. Sekiranya masih di PKS pasti bisa melihat dan mengetahui kejelasannya. Meskipun demikian pada saatnya nanti Bang Fahri akan mengetahui kejelasannya," ujarnya.