Cek Fakta! Voluntarily Stopping Eating and Drinking Diduga Jadi Penyebab Keluarga Kalideres Meninggal Dunia

Amastya
Minggu, 27 November 2022 | 11:11 WIB
Voluntarily Stopping Eating and Drinking (VSED) diduga jadi penyebab keluarga Kalideres meninggal dunia /net R24/tya Voluntarily Stopping Eating and Drinking (VSED) diduga jadi penyebab keluarga Kalideres meninggal dunia /net

RIAU24.COM Fakta terbaru atas kasus tewasnya satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis (10/11/2022) menyebutkan dua orang anggota keluarga yang tewas di Kalideres sudah meninggal sejak 13 Mei 2022 atau enam bulan lalu.

Baca juga: Kisah Menara Eiffel yang Tak Banyak Diketahui Orang

Namun, sampai saat ini polisi masih belum bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai motif dari kasus tewasnya satu keluarga tersebut. Penyelidikan pun masih terus dilakukan pihak berwajib.

Sementara itu, muncul istilah Voluntarily Stopping Eating and Drinking (VSED) yang dikaitkan dengan tewasnya keluarga di Kalideres.

Empat penghuni rumah tersebut diduga sengaja tidak makan atau minum hingga menyebabkan kematian. Polisi tidak ditemukan sisa makanan di lambung maupun persediaan makanan di rumah tersebut.

Dilansir Grid.ID, Voluntarily Stopping Eating and Drinking merupakan keputusan yang dibuat oleh orang dewasa yang kompeten untuk menghentikan asupan makanan dan cairan ke tubuhnya.

Ternyata VSED ini legal dilakukan di beberapa negara di Amerika Serikat. Akan tetapi, dengan syarat pelakunya mampu mengambil keputusan dan membuat pilihan sukarela.

Biasanya kematian terjadi karena tubuh mengalami dehidrasi, bukan kelaparan. Voluntarily Stopping Eating and Drinking tidak bisa dilakukan asal-asalan, apalagi pertimbangan matang.

Berikut empat faktor yang perlu diperhatikan:

1. Mampu mengambil keputusan tepat

Seseorang yang ingin melakukan VSED harus mengambil keputusan dan sangat menderita, sehingga bertekad untuk mempercepat kematian dengan berpuasa. Orang tersebut harus memahami proses hingga mengetahui apa yang diharapkan.

2. Dukungan sosial                         

Praktik ini tidak bisa dilakukan secara diam-diam, apalagi sepengetahuan orang lain atau seorang diri. Harus ada dukungan sosial berupa kehadiran dan kepedulian anggota keluarga atau teman dekat.

Baca juga: Jamur Cordyceps Muncul di Serial The Last of Us, Apakah Memang Bisa Ubah Manusia Jadi Zombie?

3. Akses medis

Metode VSED membutuhkan dukungan dari layanan medis karena beberapa alasan. Biasanya diperlukan obat nyeri dosis kecil atau obat anti-kecemasan. Hal itu guna memfasilitasi keadaan kehilangan dan kesadaran menjelang kematian.

4. Sabar

Perlu disadari bahwa kematian karena Voluntarily Stopping Eating and Drinking tidak terjadi dengan cepat.

Seseorang yang melakukannya harus sabar karena tidak ada yang bisa memprediksi berapa lama ia harus berpuasa sampai kematian datang.

(***)


Informasi Anda Genggam


Loading...