Menu

Terbongkar! Misteri Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres, Korban Jarang Berkomunikasi

Amastya 27 Nov 2022, 12:16
Kepolisian temukan fakta terbaru dari tewasnya satu keluarga secara misterius di Kalideres Jakarta Barat /Antara
Kepolisian temukan fakta terbaru dari tewasnya satu keluarga secara misterius di Kalideres Jakarta Barat /Antara

RIAU24.COM - Satu lagi fakta terbaru dari kasus tewasnya satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat ditemukan kepolisian.

Pihak kepolisian mengatakan satu keluarga tersebut jarang berkomunikasi dengan masyarakat di sekitarnya.

Hal ini disampaikan oleh Kombes Hengki Haryadi selaku Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Hengki mengatakan temuan itu berdasarkan hasil pemeriksaan forensik digital.

"Hasil digital forensik ditemukan petunjuk sangat jarang berkomunikasi dengan pihak luar," kata Hengki di Jakarta pada Kamis (24/11).

Hengki mengungkapkan dari dalam rumah yang dihuni oleh empat orang tersebut hanya terdapat dua unit ponsel dan di dalamnya ditemukan percakapan satu arah dari satu ponsel ke ponsel lainnya.

Percakapan satu arah tersebut menggunakan bahasa Inggris yang sifatnya emosional.

"Sebagaimana yang kami sampaikan kemarin, ini kata-katanya sangat terlihat bahwa ini berpendidikan dari bahasa Inggris sifatnya emosi," ujarnya.

Ia mengatakan konten percakapan tersebut saat ini tengah diteliti oleh tim psikologi forensik untuk mencoba memahami kondisi psikologis anggota keluarga tersebut sebelum meninggal demi mengungkap motif dan penyebab kematian satu keluarga tersebut.

Sebelumnya, penemuan tewasnya satu keluarga itu berawal ketika ketua RT setempat mencium bau busuk dari dalam rumah korban pada Kamis (11/10) sekitar pukul 18.00 WIB. Ketua RT langsung melapor ke Polsek Kalideres terkait temuan bau busuk itu.

Bersama polisi, ketua RT akhirnya mendobrak masuk ke dalam rumah tersebut.

Ketika pintu utama dibuka, petugas mendapati empat mayat di tiga ruangan berbeda, yakni ruang tamu, kamar tengah dan ruang belakang. Polisi langsung melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi.

Setelah itu, keempat korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati (Jakarta Timur) untuk proses autopsi.

Polda Metro Jaya menegaskan analisis awal penyidik terkait satu keluarga yang ditemukan tewas di Kalideres bukan disebabkan kelaparan.

Penyidik Polda Metro Jaya juga mematahkan dugaan yang menyebut kematian satu keluarga itu adalah akibat aksi perampokan.

Dugaan perampokan bisa dipatahkan setelah tim penyidik menemukan adanya bukti digital komunikasi dari salah satu penghuni rumah untuk menjual sejumlah barang dari rumah tersebut.

Pihak kepolisian pun telah melacak dan memintai keterangan kepada pihak pembeli barang tersebut dan atas dasar keterangan dan temuan penyidik, maka dugaan perampokan bisa dipatahkan.

(***)