Menu

Protes di China atas Pembatasan Covid: Polisi di Shanghai Menyeret dan Menehan Sejumlah Demonstran 

Zuratul 28 Nov 2022, 10:03
Potret Para Demosntran Atsas Pembatasan Covid dan Pihak Kepolisian Sanghai. (CNBC/Foto)
Potret Para Demosntran Atsas Pembatasan Covid dan Pihak Kepolisian Sanghai. (CNBC/Foto)

RIAU24.COM Polisi di Shanghai pada Minggu (27 November) menyeret dan menahan para demonstran yang memprotes pembatasan ketat virus corona (COVID-19), lapor kantor berita Reuters. 

Para pengunjuk rasa terlihat menyanyikan lagu kebangsaan saat mereka berkumpul di jalan-jalan Shanghai

China telah dirusak oleh protes yang jarang terjadi terhadap tindakan Covid yang merupakan bagian dari kebijakan ketat nol-Covid negara itu. 

Polisi menghadapi tugas yang tidak biasa untuk menjaga hukum dan ketertiban karena orang-orang mengungkapkan kemarahan atas pembatasan baru-baru ini. 

Di tengah protes tersebut, para demonstran terlihat bentrok dengan sejumlah polisi Shanghai pada hari Ahad saat protes berlanjut untuk hari ketiga yang dimana selanjutnya menyebar ke beberapa kota.

Hal ini terjadi lantaran setelah kenakaran apartmen yang mematikan di ujung barat negera itu.

Pada hari Kamis, telah terjadi kebakaran di sebuah apartmen perumahan di kota Urumqi, dilaporkan menyebabkan kematian sedikitnya 10 orang. 

Urumqi merupakan sebuah ibu kota di wilayah Xinjiang. 

China telah menerapkan kebijakan yang ketat, termasuk penguncian, pengujian massal, dll. Untuk mengekang penyebaran virus mematikan, yang pertama kali dilaporkan di China pada akhir 2019. 

Kini, hampir tiga tahun setelah pandemi, pihak berwenang di China masih memberlakukan kebijakan nol-Covid yang membuat frustrasi masyarakat. 

Selain Shanghai, pengunjuk rasa juga turun ke jalan di kota Wuhan dan Chengdu pada Minggu. Penjagaan damai diadakan di Beijing. 

Sementara itu, para mahasiswa di beberapa kampus universitas di seluruh China berdemonstrasi selama akhir pekan. 

(***)