Perang Rusia - Ukraina: Zelensky Mengatakan Bahwa Rusia Merencanakan Sebuah Serangan Baru 

Zuratul
Senin, 28 November 2022 | 10:11 WIB
Presien Ukraina Volodymyr Zelensky. (Tribun/Foto) R24/zura Presien Ukraina Volodymyr Zelensky. (Tribun/Foto)

RIAU24.COM - Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan pada hari Minggu bahwa dalam beberapa hari mendatang, Rusia mungkin meluncurkan serangan rudal baru ke Ukraina. 

Zelensky kemudian memperingatkan pasukan militer dan warga negara yang menyatakan bahwa merka harus siap bekerja sama untuk menghadapi segala jenis kesulitan. 

Baca juga: Siswa Sekolah Menengah di Tennessee Membuat Tangan Robot untuk Membantu Teman Sekelasnya

 

Selama pidato dalam video malamnya, Zelesky berkata: "Kami memahami bahwa teroris sedang merencanakan serangan baru, Kami mengetahui fakta ini. Dan selama mereeka memiliki misil, sayangnya, mereka tidak akan tenang," 

Sesuai dengan perkataan presiden Ukraina, minggu mendatang bisa lebig sulit karena beberapa bagian negara suah tehuyung-huyung di tengah krisis energi. 

Masalah terkait energi meningkat ketika Rusia diduga menyerang infrastruktur listrik, yang menyebabkan pemadaman listrik paling akut sejak pasukan Rusia menginvasi pada bulan Februari. 

Dia berkata: "Pasukan pertahanan kami bersiap-siap. Seluruh negara bersiap-siap. Kami telah menyusun semua skenario, termasuk dengan mitra kami." 

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak akan berjanji pada hari Senin untuk mempertahankan atau meningkatkan bantuan militer ke Ukraina tahun depan.

Perdana Menteri Inggris juga berharap untuk menghadapi pesaing internasional "tidak dengan retorika besar tetapi dengan pragmatisme yang kuat" mengutio WION Senin (28/11). 

Baca juga: Penembakan Sinagog di Yerusalem Sebabkan 7 Orang Tewas, Termasuk Pria Bersenjata

 

Sunak akan berkata: "Di bawah kepemimpinan saya, kami tidak akan memilih status quo. Kami akan melakukan sesuatu secara berbeda." 

Sunak berencana untuk menyampaikan pidato kebijakan luar negeri pertamanya pada hari Senin di distrik keuangan London dan komentar tersebut diambil dari rilis kantor tersebut. 

(***) 
 


Informasi Anda Genggam


Loading...