Kanada Atur Strategi Indo-Pasifik Baru, Fokus dengan China yang 'Semakin Mengganggu' 

Zuratul
Senin, 28 November 2022 | 11:20 WIB
PM Kanada. (Jubi.id/Foto) R24/zura PM Kanada. (Jubi.id/Foto)

RIAU24.COM - Strategi Indo-Pasifik Kanada telah lama ini ditunggu untuk diluncurkan pada hari Minggu, dimana menggambarkan China sebagai "Kekuatan glonal yang semakin mengganggu" di panggung dunia. 

Strategi menyebutkan bahwa terlepas dari berbagai ancaman yang ditimbaulkan oleh China, ada kebutuhan akan kerja sama dalam isu-sius menesak seperti perubahn iklim, kesehatan global, keanekaragaman hayati, dan non-proliferensi nuklir. 

Baca juga: Tayang 15 Februari, Big Bet 2 Pertarungan Choi Min-sik Berlanjut 

 

Dengan kebijakan luar negeri yang krusial ini, pemerintahan Justin Trudeau berharap dapat mengingkatkan pengeluaran milite dan semkain memperluas hubungan perdagangan di kawasan Indo-Pasifik. 

"China adalah kekuatan global yang semakin mengganggu. China ingin membentuk tatanan internasional menjadi lingkungan yang lebih permisif untuk kepentingan dan nilai yang semakin menjauh dari kita," kata Justin mengutip WION, pada Senin (28/11). 

Strategi tersebut menggarisbawahi pengeluaran Kanada hampir setengah miliar dolar ($1,7 miliar) yang mencakup peningkatan kehadiran militer negara dan keamanan dunia maya di wilayah tersebut. 

Kebijakan tersebut juga menyebutkan aturan investasi asing yang ketat untuk melindungi kekayaan intelektual, untuk mencegah perusahaan milik negara China mengambil pasokan mineral penting. 

Strategi tersebut menunjukkan bahwa Kanada melihat China sebagai kekuatan sosial dan ekonomi yang besar yang tidak dapat diabaikan karena juga mengatakan bahwa Beijing tidak akan ragu untuk mengubah aturan agar sesuai dengan kepentingannya. 

Baca juga: Meta Siap Pulihkan Facebook dan Instagram Donald Trump

 

Canda bahkan menyatakan bahwa perlu "berpandangan jernih" tentang tujuan China. 

Dokumen setebal 26 halaman itu menambahkan: "Kebangkitan China, dimungkinkan oleh aturan dan norma internasional yang sama yang sekarang semakin diabaikannya, telah berdampak besar pada Indo-Pasifik, dan memiliki ambisi untuk menjadi kekuatan terdepan di kawasan." 

(***)
 


Informasi Anda Genggam


Loading...