Dewan Juventus yang Diketuai Andrea Agnelli Mengundurkan Diri, Sebut Demi Kepentingan Terbaik Perusahaan

Amastya
Selasa, 29 November 2022 | 11:02 WIB
Ketua Dewan Juventus, Andrea Agnelli, mengundurkan diri bersama dengan anggotanya /Reuters R24/tya Ketua Dewan Juventus, Andrea Agnelli, mengundurkan diri bersama dengan anggotanya /Reuters

RIAU24.COM Dewan Juventus yang diketuai Andrea Agnelli telah mengundurkan diri demi kepentingan terbaik perusahaan, lapor tim sepak bola Seri A Italia pada hari Senin (28 November).

Baca juga: Tolak Tawaran Besar Arsenal untuk Moises Caicedo, Brighton Harus Kembali Bersabar 

Pengunduran diri secara kolektif itu terjadi setelah laporan keuangan Juventus mendapat pengawasan dari jaksa penuntut dan regulator pasar Italia Consob dalam beberapa bulan terakhir atas dugaan akuntansi palsu dan manipulasi pasar.

Perusahaan telah membantah melakukan kesalahan.

Juventus mengatakan para direkturnya telah membahas masalah ini pada pertemuan pada hari Senin dan menyimpulkan itu akan ditangani dengan baik oleh dewan baru, mengingat relevansi masalah hukum dan teknis akuntansi yang tertunda.

Ia menambahkan pihaknya harus menyusun kembali laporan keuangannya untuk tahun fiskal yang berakhir pada Juni 2022.

Perusahaan, yang dikendalikan oleh perusahaan induk keluarga Agnelli, Exor, mengatakan telah meminta CEO Maurizio Arrivabene untuk mempertahankan posisinya dan telah menunjuk Maurizio Scanavino sebagai manajer umum.

Juventus mengatakan telah mengadakan rapat pemegang saham pada 18 Januari untuk menunjuk dewan baru.

“Andrea Agnelli, yang telah memimpin Juventus sejak 2010, tidak akan mencari penunjukan kembali,” kata seorang sumber yang mengetahui masalah ini kepada Reuters.

Baca juga: Jelang Persiapan Moto3 2023, Mario Aji Gunakan Sirkuit Mandalika

Dalam sebuah surat kepada staf Juventus yang dilihat oleh Reuters, Andrea Agnelli menggambarkan situasi perusahaan sebagai sesuatu yang rumit.

"Ketika tim tidak kohesif, itu menjadi rentan dan itu bisa berakibat fatal," tulisnya.

"Inilah saatnya Anda harus tetap tenang dan menahan kerusakan. Perusahaan sedang melalui fase yang sulit dan kami tidak lagi kohesif. Lebih baik berhenti bersama-sama, memberikan kesempatan kepada tim baru untuk membalikkan keadaan," tandasnya.

(***)


Informasi Anda Genggam


Loading...