Menu

Jokowi Dinilai Risau Tak Miliki Kuasa Usung Capres PDIP, Alasan Buat Gerakan Relawan di GBK

Amastya 30 Nov 2022, 09:28
Pengamat nilai pagelaran Nusantara Bersatu merupakan hiburan Jokowi karena tak punya kuasa usung capres 2024 dari PDIP /antara
Pengamat nilai pagelaran Nusantara Bersatu merupakan hiburan Jokowi karena tak punya kuasa usung capres 2024 dari PDIP /antara

RIAU24.COM - Pagelaran Nusantara Bersatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang dihadiri ribuan relawan dinilai sebagai pelipur lara untuk presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal ini disampaikan oleh Uchok Sky Khadafi selaku pengamat politik. Uchok mengatakan acara tersebut merupakan hiburan untuk Jokowi yang mulai risau karena tidak memiliki kuasa dalam menentukan calon presiden (capres) yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

"Mobilisasi relawan Jokowi di GBK bisa dimaknai sebagai sikap frustasi untuk menutupi kenyataan bahwa ia tidak punya kuasa menentukan calonnya untuk diusung oleh PDIP," kata Uchok dalam keterangan tertulis, Selasa (29/11/2022).

Direktur Eksekutif Center for Budget Analisis (CBA) ini mengatakan, meski jumlahnya banyak, tapi relawan tidak memiliki kedudukan hukum dalam mengusung capres-cawapres.

Karena itu Uchok mengatakan, pengerahan ribuan relawan itu ingin menunjukkan kepada PDIP seolah rakyat akan memberikan dukungan kepada siapa pun calon yang direstui Jokowi.

Uchok menilai Presiden Jokowi belum menyadari bahwa partai politik juga memiliki kepentingan politik yang tidak mau dikerdilkan oleh relawan. Apalagi PDIP sebagai partai yang memiliki tiket mengajukan pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024.

Namun ia mengingatkan, jika PDIP mengikuti skenario atau tekanan politik yang dilakukan Presiden Jokowi dalam penentuan capres, maka marwah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputrio tercoreng.

Selain itu, PDIP sebagai partai kader yang ideologis, tinggal menunggu waktu diambil alih oleh demokrasi kapital.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga merespons negatif acara relawan Jokowi bertajuk Nusantara Bersatu di GBK, Sabtu (26/11/2022). Menurutnya, acara tersebut mereduksi nilai kepemimpinan Presiden Jokowi yang diakui dunia.

"Kehebatan kepemimpinan Presiden Jokowi di acara G20 yang membanggakan di dunia dan rakyat Indonesia, dikerdilkan hanya urusan gegap gempita di GBK," kata Hasto dalam keterangannya, Minggu (27/11/2022).

Kepemimpinan Jokowi yang telah menjadi inspirasi dunia, kata Hasto, direduksi dengan cara yang tidak elegan. Atas dasar itu, Hasto merasa elite relawan Jokowi ingin mengambil segalanya.

"Jika tidak dipenuhi keinginannya, mereka mengancam akan membubarkan diri, tetapi jika dipenuhi elite tersebut melakukan banyak manipulasi," tuturnya.

(***)