Dinilai Terus Jadi Trendsetter, Politikus PPP Sebut Jokowi Hebat

Amastya
Kamis, 01 Desember 2022 | 09:02 WIB
Politikus PPP sebut Jokowi hebat karena terus jadi trendsetter /net R24/tya Politikus PPP sebut Jokowi hebat karena terus jadi trendsetter /net

RIAU24.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai terus menjadi trendsetter disetiap pernyataan yang dikeluarkan oleh orang nomor satu di Indonesia itu saat ini.

Baca juga: Jokowi Tak Jadi Reshuffle Rabu Pon, Benarkah?

Hal ini diungkapkan oleh Arsul Sani selaku Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Arsul Sani menilai Jokowi memiliki kelebihan dan hebat karena terus membuat pernyataan yang menjadi trendsetter di publik.

Hal ini diungkapkan Arsul Sani merespon pernyataan Jokowi soal pemimpin yang memikirkan rakyat berciri berambut putih dan kerutan wajah. Ia mengatakan topik itu ramai diperbincangkan di media sosial.

"Itu hebatnya Pak Jokowi. Dia bisa, Pak Jokowi itu terus menjadi trendsetter," kata Arsul Sani aat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2022) dikutip sindonews.com.

Wakil Ketua MPR RI itu juga mengatakan, pernyataan Presiden Jokowi tentang dukungannya terhadap tokoh capres dan cawapres sering menjadi topik pembicaraan publik.

Untuk diketahui, selain menyinggung soal pemimpin 'berambut putih', Jokowi juga sempat mengatakan bahwa Pemilu 2024 mendatang merupakan milik Ketua Umum Partai Gerindra, yakni Prabowo Subianto.

Baca juga: Kader di Riau Siap Bergerak Usai PKS Dukung Anies Calon Presiden

Pernyataan Jokowi itu dinilai publik sebagai dukungannya kepada Prabowo yang juga merupakan Menteri Pertahanan (Menhan). Namun, kata Arsul Sani, apa yang diucapkan Jokowi harus diartikan secara keseluruhan, tidak bisa sepenggal, karena akan berakibat salah persepsi.

"Sebetulnya kalau kita lihat, bagi saya dan temen-temen PPP kalau memaknai apa yang disampaikan Pak Jokowi ini tidak hari ini dimaknai apa, besok ngomong apa," katanya.

"Kita harus lihat secara keseluruhan sebab kalau kita lihatnya itu setiap ngomong kita maknai, kita tidak sambungkan, maka ya pasti kemudian yang ada bahkan negatif dulu. Ini kok enggak jelas? Kemarin kok arahnya ke Prabowo, hari ini kok ke Ganjar, gitu," tambahnya mengakhiri.

(***)


Informasi Anda Genggam


Loading...