Piala Dunia 2022: Pelatih Gerardo Martino Mundur Usai Meksiko Cetak Prestasi Terburuk Selama 44 Tahun

Amastya
Kamis, 01 Desember 2022 | 10:54 WIB
Gerardo Martino, pelatih Timnas Meksiko mundur usai tim didikannya cetak prestasi terburuk selama 44 tahun /La Opinion R24/tya Gerardo Martino, pelatih Timnas Meksiko mundur usai tim didikannya cetak prestasi terburuk selama 44 tahun /La Opinion

RIAU24.COM - Pelatih Timnas Meksiko, Gerardo Martino mundur usai tim sepak bola didikannya mencatat prestasi terburuk untuk negara tersebut selama 44 tahun.  

Baca juga: Tiga Wakil Tim Garuda di Semifinal Indoensia Masters 2023, Berikut Jadwalnya 

Diketahui, Timnas Meksiko gagal melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2022.  Tim yang berjuluk El Tri itu  finish di posisi 3 klasemen Grup C.

Meksiko tidak berhasil melanjutkan perjalanannya di Piala Dunia 2022 walaupun menang 2-1 atas Arab Saudi pada laga terakhir penyisihan grup di Lusail Stadium, Kamis (1/12/2022) dini hari WIB.

Dalam grup Meksiko berhasil meraup 4 poin, sama dengan Polandia yang lolos sebagai runner-up, namun kalah selisih gol.

"Saya bertanggung jawab atas hasil hari ini," kata Martino dalam konferensi pers pasca pertandingan seperti dilansir dailymail.co.uk.

"Kontrak saya berakhir segera setelah wasit meniup peluit akhir dan tidak ada lagi yang harus dilakukan," imbuhnya.

Baca juga: Atletico Madrid Salahkan Wasit Atas Kekalahan dari Real Madrid

Prestasi ini dicatat Meksiko untuk pertama kalinya sejak 1978, yang mana saat itu negara tersebut gagal melewati fase grup. Catatan ini menjadi pertama kali bagi El Tri sejak 44 tahun dalam keikutsertaan Piala Dunia.

Saat itu, Meksiko tergabung bersama Polandia, Jerman Barat dan Tunisia dalam grup di babak pertama. Sayangnya mereka gagal lolos ke babak kedua setelah hanya berakhir sebagai juru kunci. Mereka tak mendapatkan poin sama sekali setelah kalah dari tiga laga.

Setelahnya, El Tri pasti selalu menembus setidaknya hingga 16 besar pada setiap kali partisipasi Piala Dunia.

Dimulai dari edisi 1986 yang digelar di negaranya sendiri, mereka lolos hingga babak perempat final. Berlanjut ke edisi 1994, 1998, 2002, 2006, 2010, 2014, hingga 2018. Semua edisi itu, mereka selalu bisa menembus 16 besar dan berakhir di babak yang sama.

Detailnya, mereka lolos sebagai runner-up pada edisi 1994, 1998, 2006, dan 2010. Sementara pada 2002, 2014, dan 2018, mereka lolos dengan status juara grup.

(***)


Informasi Anda Genggam


Loading...