Menu

Didier Deschamps Sampaikan Rasa Terima Kasih Pada Fans Prancis Usai Sampai di Paris 

Zuratul 20 Dec 2022, 09:12
Potret Kylian Mbappe dan Deschapms tina di Paris Disambut Hangat oleh Para Fans. (CNN Indonesia.com/Foto)
Potret Kylian Mbappe dan Deschapms tina di Paris Disambut Hangat oleh Para Fans. (CNN Indonesia.com/Foto)

RIAU24.COM - Timnas Prancis telah kembali dari Qatar ke negaranya setelah gagal di final Piala Dunia 2022 pada Minggu (18/12/2022). 

Bos Prancis, Didier Deschamps sampaikan rasa terima kasihnya terhadap para fans yang sudah mendukung timnya.

Sebelumnya Prancis memberikan perlawanan sengit saat berhadapan dengan Argentina di partai puncak. Prancis dua kali menggagalkan Argentina yang selalu unggul melalui Kylian Mbappe.

Perjuangan Prancis menghadapi gempuran Argentina akhirnya membawa mereka ke babak adu penalti. Namun sayangnya, dewi keberuntungan sedang tidak di pihak Prancis di Piala Dunia 2022.

“Adalah tugas kami bersama para pemain untuk berterima kasih kepada semua pria dan wanita Prancis yang telah mendukung kami dan memberikan banyak kekuatan untuk timnas Prancis ini,” terang Deschamps dikutip dari Fotmob.

Terlepas dari kegagalan di partai puncak, timnas Prancis masih layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya berkat penampilan di Piala Dunia 2022. 
Pasalnya, tim asuhan Didier Deschamps menjadi salah satu yang memiliki hambatan terbesar di Piala Dunia 2022.

Sebelum Piala Dunia 2022 bergulir, Prancis harus kehilangan banyak pemain bintangnya seperti Paul Pogba, Ngolo Kante, hingga Karim Benzema. 

Tak hanya itu, Prancis juga harus diterpa flu unta yang membuat beberapa pemain tidak bugar jelang laga penting Piala Dunia.

"Kita tidak boleh melupakan semua yang dilakukan tim ini saat mengalami banyak kesulitan sebelum dan selama Piala Dunia. Mereka mengalami emosi yang luar biasa selama (satu) bulan kompetisi ini,” ujar Deschamps.

Pengakuan Fans Sangat penyng 

Kapten Prancis, Hugo Lloris juga menambahkan bahwa sambutan yang diberikan para fans Prancis membuat lukanya sedikit membaik. Pasalnya Lloris merasa luka tersebut tercipta karena tidak bisa menjawab harapan para fans Prancis.

Namun melihat sambutan yang diterima timnya, Lloris merasa terhibur dan lebih bersemangat lagi untuk menjadi kebanggaan Prancis. 

Meskipun demikian, Lloris tetap tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya tak mampu membawa kembali trofi Piala Dunia ke Prancis.

“Setelah rasa sakit kemarin, (penerimaannya) sedikit menghibur. Yang paling penting adalah pengakuan dari para suporter, bahkan jika sebagai seorang atlet kami ingin memiliki medali emas ini dan membawa piala itu kembali ke Prancis," ujar Lloris.

“Terlepas dari apa yang terjadi sebelum dan selama turnamen (Piala Dunia), kami menunjukkan ketahanan, kami tetap (kuat sebagai) satu tim. Kami harus mempertahankannya untuk Piala Eropa (2024)," tambah Lloris.

(***)