Menu

Survei Terbaru: Pendukung Ganjar Dominan dari Pemilih PDIP, Golkar dan PPP

Amastya 23 Dec 2022, 09:51
Survei terbaru memperlihatkan pendukung Ganjar dominan dari pemilih PDIP, Golkar dan PPP
Survei terbaru memperlihatkan pendukung Ganjar dominan dari pemilih PDIP, Golkar dan PPP

RIAU24.COM - Hasil survei terbaru dari Lembaga Survei Charta Politika Indonesia memperlihatkan pemilih PDIP, Golkar, dan PPP dominan mendukung Ganjar Pranowo sebagai Presiden periode 2024-2029.

Survei dilakukan dengan melakukan simulasi 10 nama berdasarkan pilihan partai politik dan sebanyak 68,3 persen pemilih PDIP mendukung Ganjar menjadi Presiden.

Disusul pemilih Golkar 37,3 persen dan pemilih PPP 27,8 persen juga mendukung mantan anggota DPR yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah itu.

"PDI Perjuangan makin bulat suaranya, 68,3 persen dari seluruh pemilih PDI Perjuangan menyatakan memilih Mas Ganjar Pranowo," kata Yunarto Wijaya selaku Direktur Charta Politika pada Kamis (22/12/2022).

"Golkar ternyata paling banyak memilih Ganjar Pranowo, ada 37,3 persen pemilih Golkar yang memilih Ganjar Pranowo," sambungnya.

Adapun di simulasi tiga nama, elektabilitas Ganjar berada di angka 42,8 persen.

Sementara di bawahnya Anies Baswedan mendapat 28,1 persen, Prabowo Subianto 23,9 persen, dan responden yang tidak menjawab atau tidak tahu sebanyak 5,2 persen.

"Mas Ganjar akan naik di angka 42,8 persen jauh meninggalkan Anies di angka 28,1 yang Pak Prabowo di angka 23,9 persen," kata Yunarto.

Dia menuturkan, berdasarkan data di atas, Ganjar berpotensi untuk menang hanya satu putaran pada Pilpres 2024 jika melawan Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

"Kalau terjadi tiga-tiganya maju di putaran pertama, kondisi 3 nama ini akan menguntungkan Mas Ganjar karena di situ akan terjadi perpecahan suara antara Anies dengan Prabowo," ucap Yunarto.

Sekedar informasi, survei Charta Politika ini diselenggarakan pada 8-16 Desember 2022. Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih.

Survei menggunakan metode wawancara tatap muka, dan sebaran responden mencapai 34 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Dengan metode sampling menggunakan multistage random sampling, survei ini melibatkan 1.220 responden. Sedangkan margin of error dengan ukuran sampel tersebut adalah sebesar 2,82 persen.

(***)