Menu

Dinkes Himbau Warga Tangerang Waspadai Jajanan Chiki Ngebul 

Zuratul 8 Jan 2023, 12:04
Potret Chiki Ngebul. (Twittet/Foto)
Potret Chiki Ngebul. (Twittet/Foto)

RIAU24.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengimbau masyarakat Kota Tangerang untuk mewaspadai jajanan chiki ngebul atau ice smoke. 

Hal ini menyusul adanya kasus keracunan yang dialami beberapa anak SD di Tasikmalaya, Jawa Barat usai mengonsumsi makanan ringan tersebut.

Pihak Dinkes Kota Tangerang juga menyiagakan sejumlah fasilitas kesehatan sebagai upaya antisipasi jika terjadi kasus serupa. 

“Pada dasarnya chiki ngebul atau makanan apapun, masyarakat Kota Tangerang harus lebih meningkatkan kewaspadaan dengan semua jajanan di luar, jangan tergiur warna atau tampilan semata,” kata Kepala Dinkes Kota Tangerang Dini Anggraeni dalam keterangannya, dikutip Ahad (8/1/2023).

Dini mengatakan, untuk meningkatkan kewaspadaan, pihaknya memperketat pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat, terutama para orang tua untuk lebih peduli terhadap makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak mereka di luar rumah. 

Juga mengedukasi anak-anak agar jajan makanan yang sehat serta diolah dengan benar dan higienis.

“Lebih baik lagi, orang tua untuk lebih rajin mengolah makanan atau minuman sendiri di rumah untuk anak-anak. Sehingga, apa yang dikonsumsi sang anak lebih pasti secara kebersihan dan kandungannya,” tuturnya.
 
Dini menyatakan, Dinkes Kota Tangerang telah berkoordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan, baik RSUD Kota Tangerang, Rumah Sakit swasta, maupun puskesmas yang ada di Kota Tangerang untuk meningkatkan pengawasan. 

Telah diinstruksi pula untuk segera melakukan penanganan jika menemui kasus serupa.

“Telah disosialisasikan secara luas, jika ditemukan kasus keracunan pangan akibat konsumsi jajanan chiki ngebul, untuk melapor ke kontak yang disediakan Kemenkes ke kontak Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Rujukan di [email protected] atau nomor 0882-1599-2763,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, sejumlah anak SD di Tasikmalaya, Jawa Barat dikabarkan keracunan makanan setelah mengonsumsi chiki ngebul di area sekolahnya. Para anak itu mengalami gejala berupa muntah hingga diare setelah mengonsumsi chiki bernitrogen itu.

Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) bahwa kejadian kasus keracunan tersebut bukanlah kejadian luar biasa (KLB). 

Dalam SE tersebut, dinyatakan hanya terjadi peningkatan kasus dalam penggunaan nitrogen cair yang bersifat lokal. Namun demikian, jika terjadi kejadian serupa di tempat lain, tetap perlu melaporkan dan memantau serta berkoordinasi penanganan di lapangan.

(***)