Menu

Film Buatan BUMN Dapat Kritikan Pedas dari Kader PSI: Nggak Gitu-gitu Amat Mencari Keuntungan

Rizka 5 Feb 2023, 11:28
Roni Immanuel
Roni Immanuel

RIAU24.COM - Komika atau stand up comedy yang juga kader PSI, Roni Immanuel alias Mongol, menyayangkan film-film buatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih mengutamakan mencari keuntungan ketimbang mendidik masyarakat.

Melansir idntimes.com, Rony yang akrab dengan nama panggung ‘Mongol Stres’ ini mencontohkan Perum Produksi Film Negara (FPN) yang memilih membiayai film-film bergenre horor.

“Kami paham, film bergenre horor memang laris dan digemari masyarakat, tapi seharusnya BUMN gak gitu-gitu amat mencari keuntungan. Ada tugas negara untuk mendidik masyarakat,” kata dia, Sabtu (4/3).

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI Bidang Kepemudaan dan Daya Kreatif ini  menyayangkan masih minimnya film anak-anak yang mendidik di Indonesia. Hal senada juga dikeluhkannya saat acara Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) PSI, Mongol menyampaikan hal yang sama di hadapan Presiden Joko "Jokowi" Widodo.

“Saya berharap Pak Presiden menginformasikan kepada Menteri BUMN, kalau boleh ayo kita bikin film anak kecil, Pak. Indonesia kekurangan film anak kecil yang mendidik, Pak,” ujar Mongol yang disambut anggukan oleh Presiden.

Mongol menyesalkan PFN yang justru merilis film horor dengan judul anak-anak.

“Sangat tidak anak-anak banget kalau film horor. Anak usia dini seharusnya diajari moral dan etika, bukan ditakut-takuti,” tutur dia.

Menurut Mongol, keuntungan dan idealisme dalam membuat film sebenarnya tidak perlu dipertentangkan.

“Kita melihat film anak-anak yang berkualitas dan disambut oleh masyarakat seperti ‘Petualangan Sherina’ dan ‘Laskar Pelangi," ujar dia.

Sebagai contoh, Mongol menyebut sejumlah film anak-anak Indonesia yang baik. Dia menegaskan, film anak yang baik harus memiliki pesan moral yang mengajarkan persatuan dan optimisme.

 “Film anak-anak seharusnya pemeran utamanya juga anak-anak dan ada pesan moral di situ, seperti Petualangan Sherina mengajarkan persahabatan dan Laskar Pelangi yang mengajarkan persatuan dan optimisme dalam hidup anak-anak yang tidak selalu mudah,” ucap Mongol.