Menu

Sama-sama Hengkang dari PPP, Anak Haji Lulung dan Ketua Bamus Betawi Blak-blakan Ungkap Rasa Kecewa

Rizka 6 Feb 2023, 09:33
Guruh Tirta Lunggana
Guruh Tirta Lunggana

RIAU24.COM - Putra almarhum Haji Lulung, Guruh Tirta Lunggana resmi keluar dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sebelumnya, ia mengundurkan diri dari kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah PPP DKI Jakarta.

"Ya, betul saya sudah menyerahkan surat pengunduran diri ke DPP PPP sejak 3 Februari kemarin. Saya menyatakan pamit dan undur diri dari partai PPP," kata Guruh dilansir dari liputan6.com, Senin (6/2).

Surat pengunduran diri Guruh Tirta Lunggana itu ditujukan kepada Plt Ketua Umum (Ketum) PPP Muhammad Mardiono yang diteken pada Jumat 3 Februari 2023.

Kendati demikian, Guruh tak mengungkapkan alasan mundurnya dari kepengurusan PPP. Dia mengucapkan terima kasih serta permohonan maaf kepada segenap pengurus partai politik (parpol) berlambang kabah tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih atas kerja bareng kepada rekan-rekan pengurus DPW. Saya juga mohon maaf atas segala salah dan khilaf dalam khidmah yang sudah bersama dilakukan selama sekitar 9 bulan saya menjadi Ketua DPW PPP DKI," ungkap Guruh.

Tak hanya Guruh, langkah hengkang dari PPP juga dilakukan Riano P Ahmad yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) DPW PPP bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK). Surat pengunduran dirinya diserahkan bersamaan dengan Guruh yakni per 3 Februari 2023.

Guruh Tirta Lunggana pernah terang-terangan mengaku kecewa terhadap DPP PPP yang  merombak pondasi politik yang telah dibangun sang ayah, almarhum Haji Lulung Lunggana.

Para ulama dan habaib yang tergabung dalam Majelis Syariah DPW PPP DKI Jakarta dicopot secara sepihak tanpa ada komunikasi dua arah.

Anggota Majelis Syariah DPW PPP DKI Jakarta yang diganti yakni KH Munawir Aseli, KH Mahfud Asirun, KH Nursofa Tohir, Habib Idrus Jamalulail, Habib Ahmad bin Hamid Al Aydid, Habib Abdurahman Ahmad Al Habsyi, dan KH Ibrahim Karim.

Menurut Guruh Tirta Lunggana, peran mereka sangat vital untuk menyokong kembali kemenangan PPP di Jakarta.

Rianto P Ahmad yang menjabat Ketua Bamus Betawi itu juga mengungkapkan rasa kecewanya kepada PPP yang dia nilai tak adil memecat sejumlah ulama dari jajaran Majelis Syariah DPW PPP DKI Jakarta.

"Sebagai Ketum Bamus Betawi saya juga merasa berdosa tidak bisa menjaga nama ulama-ulama besar besar Betawi yang dipecat tanpa sebab yang jelas," ungkap Riano..

"Mereka semua merupakan ulama besar di Jakarta yang sangat saya hormati. Mereka juga sumber elektoral besar untuk PPP DKI Jakarta," ujar dia.