Menu

PPP Akui Nama Erick Thohir Banyak Dibicarakan di Internal Partai Sebagai Capres Atau Cawapres

Amastya 7 Feb 2023, 10:11
Nama Menteri BUMN Erick Thohir diakui PPP banyak diperbincangkan dalam internal partai
Nama Menteri BUMN Erick Thohir diakui PPP banyak diperbincangkan dalam internal partai

RIAU24.COM - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengakui bahwa nama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir banyak dibicarakan dalam internal partai.

Hal itu diungkapkan oleh Arsul Sani selaku Wakil Ketua Umum DPP PPP. Ia mengatakan sosok Erick Thohir diinginkan oleh kader partai berlambang Kakbah itu menjadi calon presiden (capres) ataupun calon wakil presiden (cawapres).

"Kalau di PPP paling ramai Erick Thohir. Bisa capres, cawapres," kata Arsul Sani kepada wartawan pada Senin (6/2/2023) dikutip sindonews.com.

Menurut Arsul Sani, sosok Erick Thohir sangat diinginkan oleh internal PPP agar diusung pada Pilpres 2024.

Karena itu, menteri yang dikenal terbaik dan andalan Presiden Jokowi ini akan diusulkan menjadi salah satu pemimpin yang akan diusung oleh Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) oleh PPP.

Untuk diketahui, PPP bersama Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) telah membentuk koalisi agar bisa mengusung capres dan cawapres di Pilpres 2024.

Arsul mengatakan, PPP akan berdiskusi bersama KIB untuk mengusung Erick Thohir menjadi capres ataupun cawapres.

"Tapi itu memang perlu proses, kehati-hatian, mendengar. Jangankan KIB, yang dua partai saja Koalisi Indonesia Raya belum menetapkan," katanya.

Sebelumnya, Plt Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono mengaku sudah mendengar aspirasi kader-kader di daerah terkait usulan capres 2024.

Ia tak menampik ada usulan dua tokoh yang kerap diisukan memiliki kedekatan dengan PPP. Keduanya adalah Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pariwisata dan Ekonomis Kreatif (Manparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.

Mardiono menyampaikan PPP sampai sekarang belum masuk tahap pengerucutan nama yang akan diusung. Nantinya, nama-nama tokoh yang diusulkan kader akan dibawa ke DPP.

Di sisi lain, ia juga akan berkomunikasi dengan para ulama dalam majelis partai. Komunikasi untuk meminta masukan hingga membantu merumuskan nama-nama tokoh yang akan diputuskan.

(***)