Menu

Serunya Menjajal Bus Listrik RAPP Keliling Kota Pekanbaru, Serasa Naik Tesla

Devi 1 Mar 2023, 12:19
Foto : rombongan awak media, influencer dan mahasiswa berfoto didepan bus listrik RAPP
Foto : rombongan awak media, influencer dan mahasiswa berfoto didepan bus listrik RAPP

RIAU24.COM - Sebagai salah satu perusahaan kertas terbesar di Indonesia, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) saat ini turut mendukung program pemerintah dalam menekan emisi di Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Pelalawan.

Kini, RAPP mulai mengoperasikan sedikitnya enam unit bus listrik untuk menunjang operasional mereka. 

Riau24.com mendapatkan kesempatan untuk ikut menjajal bus listrik pada Selasa (28/2/2023).

Selain Riau24.com juga ikut sejumlah awak media dan konten kreator dari Pelalawan dan Pekanbaru.

Bus listrik berwarna putih bertuliskan di bagian dinding APRIL, APR 2030.

Bus tersebut juga memiliki 51 set tempat duduk, terdiri dari empat kursi satu baris masing-masing terpisah dua kursi berdempetan.

Bus listrik tersebut dikemudikan langsung Hasudungan Sihite selaku Coordinator Transport PT RAPP didampingi Voukhe Clieft Kalangi selaku HRGA Manager, Budhi Firmansyah selaku Communication Manager, Neshayani Harahap selaku Media Relation Specialist dan Sari Rezki Antika selaku Digital Media Specialist.

Perjalanan keliling kota Pekanbaru dengan bus listrik dimulai tepatnya di Soto Padang Rajawali, tempat kuliner di Jalan Arifin Achmad.

Dari sana, rombongan influencer dan awak media diajak mengunjungi di dua spot.

Spot pertama adalah mengunjungi Program Studi (Prodi) Teknologi Pulp dan Kertas Fakultas Teknik Universitas Riau (Unri). 

Di titik ini, rombongan disambut puluhan mahasiswa berkuliah dan dikenalkan melihat dari dekat tempat perkuliahan dan laboratorium di sini. 

Tidak hanya rombongan influencer dan awak media yang memiliki kesempatan menjajal bus listrik, mahasiswa diperkenankan menaiki bus listrik.

Seterusnya, rombongan bergerak ke temlat wisata Kreatif Kampung Bandar yang berada di tepian Sungai Siak, Rumbai. 

Disini, bus berhenti tepat di depan Rumah Mertua Tuan Khadi yang merupakan rumah singgah Sultan Siak.

Situs cagar budaya itu terletak di tepi Sungai Siak dan berada tepat di bawa Jembatan Leighton Kota Pekanbaru. 

Rombongan disambut penjaga cagar budaya yang menerangkan sejarah singkat Rumah Mertua Tuan Khadi hingga ditetapkan sebagai situs budaya yang dikelola Dinas Kebudayaan dan Pendidikan Kota Pekanbaru.

Selanjutnya, bus berukuran 12 meter itu juga membawa rombongan mengelilingi jalan-jalan protokol di Pekanbaru.

Saat mobil melintas di jalanan kota Pekanbaru yang tak mulus karena tengah mengalami banyak perbaikan disana-sini, laju kendaraan berjalan mulus.

Bahkan, suara mesin nyaris tidak terdengar hingga ke kabin.  Saat kecepatan tinggi suara yang dikeluarkan sangat halus mirip suara pesawat dengan volume kecil.

"Suaranya halus sekali, serasa naik mobil Tesla," kata Budhi Firmansyah, selaku Corporate Communication PT RAPP.

Fitur keselamatan bus listrik ini juga sangat lengkap.

Bus akan membunyikan alarm ketika ada kendaraan atau benda didekatnya ketika maju, mudur, maupun belok kiri dan kanan. 

Bus juga dilengkapi apar atau racun api, tetapi berbeda dengan bus bisa. Apar bus listrik khusus untuk lithium berwarna biru atau baterai dan bukan untuk bahan bakar minyak.

Bus listrik PT RAPP ini memang memiliki sensasi yang sangat berbeda dibanding bus lainnya.

Mulai dari aroma kendaraan, suara mesin, tingkat kenyamanan, hingga manuver bus saat menanjak maupun ketika di jalan macet Kota Pekanbaru.

Hasudungan Sihite selaku Coordinator Transport PT RAPP didampingi Voukhe Clieft Kalangi selaku HRGA Manager, dalam perjalanan menyampaikan bahwa mobil listrik ini sudah beroperasi sejak tahun 2021 dan ditambah lagi unit di tahun 2022. 

Total yang dimiliki saat ini adalah sebanyak 6 unit.

Hasudungan juga menjelaskan jika bus yang dinaiki rombongan ini adalah Mobil Anak Bangsa (MAB).

Baik bus maupun karoserinya buatan dari dalam negeri PT MAB yang diproduksi di Kudus, Semarang.

"Bus ini merupakan karya anak bangsa dan Karoseri Anak Bangsa yang dirakit di Kudus, Semarang dengan masa pengerjaan 4 sampai 6 bulan," katanya.

Hasudungan juga menjelaskan untuk kapasitas baterai dengan kapasitas 100 persen bisa menempuh perjalanan sepanjang 250 kilometer. 

"Selain bisa menempuh jarak hingga 250 kilometer, bus listrik memiliki sejumlah fitur keselamatan, diantaranya CCTV di berbagai sisi," jelasnya.

"Kalau driver ugal-ugalan, kamera akan memantau. Ketika jalan zig-zag atau tertidur, ada peringatan yang keluar dari kamera. Termasuk kalau lagi menelpon, ada larangan langsung," tambah Vokhe.

Voukhe juga menambahkan jika bus listrik ini akan ditambah dan dipergunakan untuk keperluan operasional.

"Bus listrik ini untuk penunjang operasional, dan rencananya hingga tahun 2025 akan ditambah hingga 42 unit," tambah Voukhe.

Selain itu, perawatan bus listrik ini sangat murah meskipun harganya cukup mahal karena tak perlu ganti oli dan lainnya seperti bus konvensional.

Biaya operasional bus listrik lebih hemat hingga 60 persen dibanding bus BBM, meski harga perunitnya sangat mahal, yakni Rp 4,7 Miliar.

Yang lebih keren untuk pajak tahunan hanya Rp153 ribu perunit.

"Satu lagi, pajak untuk bus listrik ini hanya Rp 153 ribu per tahun, lebih murah dari sepeda motor. Pemerintah memang sangat mendukung penggunaan bus listrik ini," tukas Voukhe.

Sebagai informasi, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) membeli 2 unit pertama bus listrik tipe MD 12E normal floor (NF) dari Mobil Anak Bangsa (MAB) pada Agustus 2021.

Pada Januari 2023 RAPP kembali menambah empat bus listrik bertipe MD 12E Normal Floor (NF) sarana transportasi rendah karbon di lingkungan operasional pabrik yang berlokasi di Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau. 

Bus listrik RAPP telah melewati serangkaian factory acceptance test guna memastikan produksi bus listrik MAB tipe MD 12E NF telah sesuai dari sisi kualitas.

Setiap unit bus listrik MD 12E juga telah dinyatakan lulus uji berkala oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebelum dikirimkan dari Jakarta ke Pangkalan Kerinci. 

Berdasarkan data dari MAB, penggunaan satu bus listrik dapat mengurangi emisi hingga 78,986 kilogram (kg) karbon dioksida (CO2) per tahun ketimbang pemakaian bus berbahan bakar fosil.

Dengan penggunaan bus listrik RAPP bisa memangkas 25,1 kg karbon monoksida (CO) dan menghilangkan keluaran limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) berupa oli bekas. 

Penggunaan bus listrik juga terbukti dapat menghemat biaya pengisian bahan bakar minyak (BBM).

Dalam perhitungan RAPP, setiap satu liter BBM setara dengan 1,3 kilowatt-jam (kWh).
Dengan perbandingan harga BBM per liter sekitar Rp 10.000-13.000 dan harga listrik Rp 1.400 per kWh, penggunaan bus listrik sedikitnya sepertujuh lebih murah jika dibandingkan kendaraan berbasis BBM.

Presiden Direktut RAPP Sihol Aritonang mengatakan, peralihan ke kendaraan listrik yang dilakukan RAPP sejalan dengan komitmen keberlanjutan APRIL2030.
Melalui program ini, APRIL berupaya mengurangi emisi karbon pada 2030 dengan berbagai upaya.

Beberapa program di antaranya adalah dengan mengoptimalkan penggunaan sumber energi terbarukan di lingkungan pabrik.

Ia melanjutkan, APRIL2030 juga menjadi bentuk dukungan APRIL terhadap upaya pemerintah dalam mencapai target NZE pada 2060. 

RAPP konsisten dalam mengimplementasikan komitmen sustainability (keberlanjutan) kami, termasuk dengan beralih menggunakan energi baru dan terbarukan (EBT). Kami bangga, RAPP bisa menambah 4 bus listrik dan secara total telah mengoperasikan 6 bus listrik sejak awal 2023,” kata Sihol.

Selain beralih ke bus listrik, komitmen RAPP dalam mengoptimalkan penggunaan sumber energi terbarukan juga dilakukan dengan membangun panel surya untuk menggerakkan pabrik pulp dan kertas.

Saat ini, pembangunan baru mencapai total 11 megawatt (MW) dari target 20-35 MW pada 2025, dan 50 MW pada tahun 2030. ***