Menu

Seruan untuk Dewan Keamanan PBB: Lindungi Warga Sipil Palestina! 

Zuratul 1 Mar 2023, 14:36
Potret Riyad Mansour Duta Besar Palestina di PBB, Serukan untuk Dewan Keamanan PBB Lindungi Warga Sipil Palestina. (Twitter/Foto)
Potret Riyad Mansour Duta Besar Palestina di PBB, Serukan untuk Dewan Keamanan PBB Lindungi Warga Sipil Palestina. (Twitter/Foto)

RIAU24.COM - Duta Besar Palestina untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Riyad Mansour menegaskan bahwa Dewan Keamanan PBB memiliki kewajiban untuk mencari cara 'memberikan perlindungan' bagi warga sipil Palestina. 

Mansour mendesak Dewan Keamanan PBB bertindak aktif untuk mewujudkan hal tersebut. 

Melansir AFP, Rabu (1/3) hal itu disampaikan Mansour saar berbicara dengan wartawan setelahmenghadiri rapat tertutup dengan Dewan Keamanan PBB, Selasa (28/2) waktu setempat. 

"Kami meyakini bahwa Dewan Keamanan memiliki tanggung jawab yang harus dipikul, terutama sehubungan dengan ... mengambil langkah-langkah untuk memberikan perlindungan kepada penduduk sipil, khususnya setelah aksi kriminal dan terorisme oleh para pemukim," ucap Mansour, merujuk pada serangan yang dilakukan para pemukim Israel di Huwara dan desa-desa sekitarnya.

Rapat darurat itu diusulkan oleh Uni Emirat Arab setelah ratusan warga Israel menyerang kota Huwara di wilayah Tepi Barat bagian utara pada Minggu (26/2) tengah malam waktu setempat. Para pemukim Israel itu melemparkan batu ke rumah-rumah warga Palestina dan membakar gedung juga mobil-mobil di sana.

Mansour mengatakan bahwa akan sangat membantu jika perwakilan Dewan Keamanan PBB datang mengunjungi Huwara agar mereka bisa 'melihat dengan mata mereka sendiri dan merasakan kengerian yang ada di dalam pikiran dan hati anak-anak dan para ibu serta keluarga mereka'.

Duta Besar Malta Vanessa Frazier, yang memimpin Dewan Keamanan PBB untuk bulan Februari, juga mencetuskan agar 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB 'harus mencoba untuk melihat apakah ada cara agar kita dapat menghentikan setiap penghasutan untuk kekerasan lebih lanjut, dan untuk mempromosikan dialog' antara Israel dan Palestina.

Sementara itu, lanjut Frazier, kedua pihak 'perlu untuk menahan diri dari tindak kekerasan apapun'.

(***)