Menu

Vladimir Putin Kemungkinan akan Menghadiri KTT G20 di India

Amastya 11 Mar 2023, 17:51
Presiden Rusia, Vladimir Putin kemungkinan akan hadir pada KTT G20 di India /AFP
Presiden Rusia, Vladimir Putin kemungkinan akan hadir pada KTT G20 di India /AFP

RIAU24.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin kemungkinan besar akan menghadiri KTT G20 pada September di ibu kota India, New Delhi, Bloomberg telah melaporkan mengutip para pejabat.

Menurut laporan itu, Kremlin sedang bekerja untuk menghapus jadwal Putin untuk memungkinkan presiden Rusia berpartisipasi dalam pertemuan itu setelah dia harus melewatkan dua yang terakhir.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi yang dikeluarkan dalam hal ini, meskipun India telah secara resmi mengundang Putin dan Kremlin telah menerimanya.

Laporan itu lebih lanjut menyebutkan bahwa Kremlin bersiap untuk forum ekonomi tahunan di Vladivostok, yang dijadwalkan berlangsung menjelang KTT 9-10 September.

Tetapi didorong ke seminggu kemudian untuk memberi Putin fleksibilitas yang lebih besar dan membuka kemungkinan bahwa pejabat senior dari India dan China dapat menghadiri forum itu, bloomberg melaporkan mengutip sumber mengatakan.

Tahun lalu, Putin tidak berpartisipasi dalam acara G20 di Bali, Indonesia, dan malah mengirim Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menggantikannya di tengah tekanan dari Barat atas invasi Ukraina

Setahun sebelumnya juga Putin tidak menghadiri pertemuan para pemimpin di Roma karena dia merencanakan invasinya ke Ukraina.

Ini terjadi beberapa hari setelah pertemuan para menteri luar negeri G20 di New Delhi pada awal Maret melihat perpecahan pahit atas perang Rusia-Ukraina.

India ingin fokus pada masalah lain yang mempengaruhi negara-negara berkembang, tetapi mengatakan perbedaan atas Ukraina tidak dapat didamaikan.

"Kami mencoba, tetapi kesenjangan antara kedua negara terlalu banyak," kata menteri luar negeri India S Jaishankar.

“Di sela-sela pertemuan, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bertemu Lavrov selama sekitar 10 menit dan mengatakan kepadanya bahwa Barat akan mendukung Ukraina selama yang diperlukan", kata seorang pejabat senior departemen luar negeri.

Blinken juga mendesak Rusia untuk bergabung kembali dengan perjanjian pengendalian senjata nuklir New Start yang baru-baru ini ditarik dan dipatuhi oleh persyaratan tersebut.

(***)