Menu

Sudah Lakukan Uji Kelayakan dan Kepatutan, Komisi XI DPR Setujui Perry Warjiyo Jadi Gubernur BI Lagi

Rizka 20 Mar 2023, 13:07
Petahana Perry Warjiyo
Petahana Perry Warjiyo

RIAU24.COM Petahana Perry Warjiyo telan menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Kini, Komisi XI DPR RI sepakat memilih Perry Warjiyo untuk kembali menjabat sebagai gubernur BI untuk periode 2023-2028.

"Jadi kami tadi sudah rapat. Kami secara aklamasi menerima kembali Pak Perry periode 2023-2028 sebagai gubernur Bank Indonesia," kata Ketua Komisi XI DPR RI Kahar Muzakir dilansir dari cnnindonesia.com.

Ia mengatakan parlemen setuju Perry kembali menjabat karena kinerja Bos BI itu cukup baik pada periode sebelumnya. Menurut Kahar, berkat kinerja tersebut selama krisis imbas pandemi covid-19 sektor keuangan dalam negeri relatif terkendali.

Kahar menyebut persetujuan Perry sebagai gubernur BI terpilih untuk periode 2023-2028 oleh DPR akan dilakukan pada rapat peripurna mendatang. Meski begitu, ia belum bisa merinci kapan rapat paripurna itu dilaksanakan.

"Bisa besok (Selasa) atau kapan tahu," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Perry mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena telah mempercayakan kembali posisi gubernur BI kepadanya.

"Terima kasih Pak Presiden yang memberi saya kepercayaan selam lima tahun (ke belakang) dan InshaAllah untuk lima tahun mendatang," katanya.

Perry merupakan calon tunggal gubernur BI yang diajukan oleh Jokowi.

Jokowi menyebut alasan tetap memilih Perry karena koordinasi yang selama ini ditempuh oleh kebijakan moneter dan fiskal berjalan dengan baik. Sehingga, pandemi covid-19 hingga perang Rusia-Ukraina yang menjadi ancaman bisa dimitigasi dampaknya ke dalam negeri.

"Fiskal dan moneter sangat penting dan kita harus tempatkan orang-orang yang punya rekam jejak dan pengalaman tinggi," jelasnya beberapa waktu lalu.

Kepemimpinan Perry di BI memang bakal berakhir pada Mei 2023, setelah menjabat sejak 23 Mei 2018 lalu. Beberapa nama sempat diisukan sebagai pengganti Perry. Salah satunya, Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Namun, saat ditanya mengenai kabar tersebut, Sri Mulyani enggan memberikan kepastian. Ia menyebut akan tetap menjalankan tugasnya saat ini.

"Kami berempat tetap fokus mengerjakan apa yang ada di dalam KSSK kita karena ini adalah tugas utama kita yaitu jaga stabilitas sistem keuangan dan menjaga pemulihan ekonomi," ujar Sri Mulyani.

Nama lain yang diisukan menjadi pengganti Perry adalah Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa dan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti.

Dengan terpilihnya Perry, maka ini adalah periode kedua bagi pria asal Solo ini menjabat sebagai pimpinan bank sentral. Ini juga akan menjadi sejarah jabatan tertinggi di BI diduduki oleh orang yang sama dalam dua periode berturut-turut.