Menu

Transportasi Jerman Lumpuh Akibat Aksi Mogok Kerja Nasional

Rizka 27 Mar 2023, 17:07
Transportasi Jerman Lumpuh
Transportasi Jerman Lumpuh

RIAU24.COM - Jaringan transportasi di Jerman terhenti pada Senin (27/3) karena dua serikat pekerja terbesar di negara tersebut melakukan aksi pemogokan. Para pegawai di bandara, pelabuhan, kereta api, bus dan kereta bawah tanah melakukan aksi mogok kerja selama 24 jam.

Serikat pekerja sebelumnya menemui jalan buntu dalam negosiasinya dengan perusahaan di beberapa sektor transportasi publik, termasuk di antaranya kereta api, angkutan umum lokal, dan staf lapangan di bandara. Kebuntuan tersebut berujung pada digelarnya aksi mogok kerja nasional yang dimulai bertepatan dengan negosiasi putaran ketiga antara kedua belah pihak.

Setiap bandara internasional utama Jerman terkena dampak dari aksi mogok kerja ini, kecuali Bandara BER Berlin Brandenburg. Jika dihitung secara nasional, sekitar 400.000 penumpang diperkirakan akan menghadapi penundaan atau pembatalan penerbangan.

Di Frankfurt, yang merupakan hub lalu lintas udara terbesar Jerman, semua penerbangan masuk dan keluar dibatalkan sepanjang hari Senin (27/03), atau sebagai alternatif diberi label tertunda sehari penuh untuk beberapa penerbangan jarak jauh.

Serikat pekerja menuntut upah yang lebih tinggi untuk membantu para anggotanya mengatasi kenaikan biaya hidup di seluruh negeri.

Ada beberapa aksi mogok kerja yang lebih kecil yang dilakukan oleh sektor-sektor layanan publik lainnya. Namun aksi mogok kerja pada hari Senin ini merupakan yang terbesar dalam beberapa dekade di negara ini.

Dua serikat pekerja yang terlibat dalam aksi mogok kerja tersebut adalah salah satu yang terbesar di Jerman.

Verdi mewakili sekitar 2,5 juta karyawan di seluruh sektor publik termasuk di transportasi umum dan bandara. EVG mewakili sekitar 230.000 karyawan di Deutsche Bahn yakni operator kereta api nasional Jerman dan perusahaan-perusahaan bus lainnya.

Mereka berharap hal ini akan meningkatkan tekanan terhadap para pengusaha menjelang putaran negosiasi gaji berikutnya pada Senin.

Kepala Verdi Frank Werneke menggambarkan kenaikan gaji tersebut sebagai masalah kelangsungan hidup bagi ribuan karyawan.

"Orang-orang tidak hanya dibayar rendah, mereka juga bekerja terlalu keras,” katanya kepada media lokal.