Menu

Pengusaha Kewalahan Penuhi Kebutuhan Peti Mati untuk Korban Covid, Seperti Bikin Martabak; Bikin, Jadi, Angkat

Satria Utama 16 Feb 2021, 11:33
Pekerja di perusahaan peti mati/foto: BBC
Pekerja di perusahaan peti mati/foto: BBC

RIAU24.COM -  Mesin pemotong kayu menjerit-jerit. Membelah papan berukuran sekitar 0,5 x 2 meter. Serpihan kayu berterbangan membentuk kabut yang segera hilang, menerbitkan keseriusan wajah para pekerja sebuah pabrik furniture di kawasan Tangerang Selatan, Banten.

Papan-papan tersebut kemudian ditumpuk dengan ketinggian 2 meter, yang akan digunakan sebagai dasar pijakan peti mati bagi pasien Covid-19 yang meninggal.

Masih di atap pabrik yang sama, sekitar lima buruh melakukan pengerjaan akhir peti mati. Seluruh lapisan kayu ditempel stiker putih, di dalam kotak dilapisi bahan berlapis, dan setelah selesai dibungkus dengan plastik untuk mengindari debu.

Salah satu pekerja di pabrik itu, Dartim (39 tahun) mengaku kewalahan dengan orderan yang terus meningkat tiap bulannya. "Sampai pada sakit bergantian, tipes, karena kelelahan dan kurang tidur," katanya saat ditemui di pabrik, Kamis (04/02) seperti dilansir BBC Indonesia.

Fans Henrik, salah satu bos di pabrik itu, mengakui produksi peti mati belakangan ini sudah "kayak martabak. Bikin. Jadi. Angkat."

Ia, mengatakan pesanan naik hingga 5 kali lipat dibandingkan sejak awal pandemi. Biasanya sehari memproduksi 30 peti mati, sekarang bisa mencapai 150 unit. Kemungkinan, ia akan menambah jumlah pekerja.

Halaman: 12Lihat Semua