Polisi Temukan Fakta Keterlibatan Mantan Hakim Agung Atas Pembunuhan Presiden Dengan Menyewa Tentara Bayaran

Riki Ariyanto
Sabtu, 31 Juli 2021 | 23:04 WIB
Polisi Temukan Fakta Keterlibatan Mantan Hakim Agung Atas Pembunuhan Presiden Dengan Menyewa Tentara Bayaran (foto/int) R24/riki Polisi Temukan Fakta Keterlibatan Mantan Hakim Agung Atas Pembunuhan Presiden Dengan Menyewa Tentara Bayaran (foto/int)

RIAU24.COM - Seorang mantan hakim agung di Negara Haiti diduga kuat terlibat dengan peristiwa pembunuhan presiden Jovenel Moise. Seperti diketahui Presiden Haiti tersebut tewas ditembak tentara bayaran asal Kolombia.

Dilansir dari Okezone, Kepolisian Haiti pada Jumat (30/7/2021) mengungkap tuduhan itu ke seorang mantan hakim atas keterlibatannya dalam pembunuhan Presiden. Polisi setempat menyebut tersangka pernah bertemu dengan sekelompok tentara bayaran Kolombia yang dituduh membunuh Presiden Moise.

Pembunuhan Presiden Moise telah mendorong Haiti yang merupakan negara termiskin di belahan Barat dunia itu ke jurang kekacauan lebih dalam. Perburuan dilakukan di seluruh benua Amerika untuk menemukan para pembunuh dan dalang di belakangnya penembakan Presiden Moise.

Baca juga: Kebakaran Hutan Kompleks Taman Nasional Menghanguskan Jantung Negara Sequoia di Amerika Serikat

Kepolisian Haiti sebelumnya mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Wendelle Coq-Telot, seorang wanita mantan hakim agung yang dilengserkan bersama dua hakim lainnya pada Februari ketika Moise menuduhkan bahwa ada rencana kudeta terhadap dirinya.

Coq-Thelot tak diketahui keberadaannya dan tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar.

Sebagai informasi sekelompok tentara bayaran asal Kolombia dan beberapa warga Haiti keturunan Amerika telah diamankan setelah pembunuhan Moise mengaku telah bertemu Coq-Thelot, ujar Inspektur Jenderal Marie Michelle Verrier, juru bicara Kepolisian Nasional Haiti.

Baca juga: Ledakan di Pelabuhan Beirut dan Keruntuhan Ekonomi Membuat Banyak Warga Lebanon Alami Trauma Serta Luka Mental

"Beberapa dari mereka mengindikasikan pernah berada di rumah Ny. Coq dua kali," kata Verrier kepada wartawan. "Orang-orang ini memberi polisi detil dokumen yang ditandatangani dalam pertemuan di rumah Ny. Coq," lanjutnya.

 

Polisi telah menggeledah kediaman Coq-Thelot, juga rumah-rumahnya yang lain di pedesaan, kata Verrier.

 

Banyak pertanyaan belum terjawab tentang siapa di belakang pembunuhan tersebut dan bagaimana para pembunuh bisa masuk ke kediaman presiden.

 

Polisi Haiti menimpakan kesalahan pada sebuah pasukan yang sebagian besar merupakan tentara bayaran, tiga di antaranya telah dibunuh oleh polisi.

 

Seorang pejabat keamanan senior di pemerintahan Moise telah ditangkap pada Selasa (27/7/2021) karena diduga terlibat.

 

Sebelumnya, Kolombia meminta Haiti menjamin hak hukum dan hak medis 18 warga Kolombia yang ditahan di pulau Karibia itu karena diduga berpartisipasi dalam pembunuhan Moise.


Informasi Anda Genggam


Loading...