Menu

Studi Menyebutkan Konsumsi Makanan Asin dan Pola Makan Buruk Bisa Tingkatkan Stres

Zuratul 24 Dec 2022, 17:34
Ilustrasi Makanan Asin. (Grid.id)
Ilustrasi Makanan Asin. (Grid.id)

RIAU24.COM - Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Harvard dan Edinburgh, menunjukkan bahwa makanan asin dan pola makan yang buruk dapat menaikkan tingkat stres. Menurut para ahli dari Harvard Health Publishing, pola makan dan tingkat stres memiliki keterkaitan. 

Buruknya pola makan dapat menyebabkan stres, tingginya stres dapat memperburuk bola makan. Mempraktikkan pola makan dengan sadar, dan memilih makanan berserat seperti sayuran, dan juga asam lemak omega 3 dapat membantu menurunkan stres.

Peneliti menyebutkan bahwa rasa lapar bisa timbul bukan akibat rasa fisiologis, melainkan juga karena turbulensi psikologis. Hal ini membuat kita akan makan lebih banyak sebagai mekanisme penanggulangan.

Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan University of Edinburgh menghasilkan bahwa makanan asin dan olahan membuat tingkat stres melonjak. Konsumsi garam berlebih menyebabkan produksi hormon stres yang dikenal sebagai glukokortikoid naik.

“Kita adalah apa yang kita makan, dan memahami bagaimana tingginya asupan garam dapat mengubah kesehatan mental merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan,” ungkap Matthew Bailey selaku profesor fisiologi ginjal di University of Edinburgh, dikutip dari BestLife Online, pada Rabu (21/12/2022).

“Mengonsumsi makanan yang tinggi garam dapat merusak jantung, pembuluh darah, dan juga ginjal. Penelitian yang kami lakukan juga menunjukkan bahwa garam mampu mengubah cara otak kita menangani stres,” tambahnya.

Halaman: 12Lihat Semua